MINGGU , 18 NOVEMBER 2018

Siswa SMK Perkosa Teman di Toilet Sekolah

Reporter:

Editor:

asharabdullah

Jumat , 20 Juli 2018 12:08
Siswa SMK Perkosa Teman di Toilet Sekolah

int

SEMARANG, RAKYATSULSEL.COM – Sungguh ironis. Seorang siswa SMK swasta di Semarang Barat dilaporkan telah melakukan perkosaan terhadap temannya sendiri. Pelaku berinisial RSP, 17, siswa kelas X. Sedangkan korbannya, C, 14, yang masih satu sekolah dengan RSP. Ironisnya, perbuatan bejat itu dilakukan di kompleks sekolah pada Kamis, 15 Febuari 2018 silam. Pelaku mengajak paksa korban berhubungan layaknya suami istri di bawah ancaman. Tidak terima putrinya dicabuli, Can, 45, warga Panggung Lor Semarang Utara, melaporkan RSP ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polrestabes Semarang, Rabu (18/7) sekitar pukul 09.00.

Informasi yang diperoleh Jawa Pos Radar Semarang menyebutkan, perbuatan asusila tersebut bermula saat korban sedang beraktivitas di lingkungan sekolah. RSP kemudian menghampiri C dan mengajaknya ke kamar mandi. Rupanya, RSP berniat untuk melampiaskan nafsu bejatnya terhadap teman sekolahnya itu. “Anak saya dipaksa melakukan hubungan layaknya suami istri di toilet sekolah,” ungkap Can saat melapor ke petugas SPKT Polrestabes Semarang, kemarin.

Menurut Can, ajakan tersebut sebenarnya mendapat penolakan berkali-kali oleh putrinya. Namun RSP selalu memaksa. Bahkan hingga berbuat kasar terhadap putrinya agar keinginannya bersetubuh dituruti. Akibatnya, C mengalami luka di bagian leher. “Ada luka memar di bagian leher,” katanya.

Terbongkarnya kejadian ini setelah putrinya mengalami perubahan sikap yang tidak seperti biasanya. C kerap merenung dan merasa trauma. Saat ditanya, C baru mengaku kalau dirinya pernah disetubuhi RSP di toilet sekolah. “Sekarang anaknya masih takut dan trauma,” ujarnya.

Rupanya perbuatan bejat yang dilakukan RSP terhadap C bukan kali pertama. Sebelumnya, ia juga pernah melakukan hal serupa terhadap C pada tahun lalu. Bahkan, RSP juga mengancam kepada C akan menyebarkan perbuatan yang pernah dilakukan.

“Perbuatan pertama pada bulan November 2017. Putrinya saya tidak bisa berbuat banyak karena dia (terlapor) mengancam akan menyebarkan kejadian tersebut jika menolak diajak berhubungan layaknya suami istri,” katanya.

Pihak keluarga sangat mengkhawatirkan masa depan putrinya lantaran telah kehilangan kegadisannya. Laporan orangtua C telah diterima oleh petugas dan dikoordinasikan dengan Satuan Reskrim Polrestabes Semarang.

Kasubag Humas Polrestabes Semarang Kompol Baihaqi mengatakan, pihaknya belum bisa memberikan keterangan terkait hal ini. Alasannya, belum mendapat pemberitahuan.

“Maaf saya belum tahu, tadi saya masih ada kegiatan di luar, jadi belum tahu. Silakan langsung saja ke Kepala SPKT,” ujarnya.

(sm/mha/aro/ap/JPR)


div>