RABU , 26 SEPTEMBER 2018

Siswi SMA Mabuk Bareng Polisi, Lalu Dibuang di Kandang Sapi

Reporter:

Editor:

asharabdullah

Senin , 17 April 2017 10:20
Siswi SMA Mabuk Bareng Polisi, Lalu Dibuang di Kandang Sapi

BOLEH PULANG: RT, siswi SMA di Tegaldlimo, yang mabuk berat menjalani perawatan di Puskesmas Sumberberas, Kecamatan Muncar, kemarin. (NUR HARIRI/JAWA POS RADAR BANYUWANGI)

RAKYATSULSEL.COM – RT, siswi salah satu SMA di Kecamatan Tegaldlimo, Banyuwangi, Jatim tak sadarkan diri. Gadis 16 tahun tersebut ditemukan di kandang sapi milik Dirin di Dusun Sidomulyo, Desa Sumberberas, Kecamatan Muncar, Sabtu malam (15/4).

Dia mabuk setelah berpesta miras. Saat berpesta miras itu, RT diduga bersama dengan ND, 14, salah seorang siswi SMP di Kecamatan Cluring, dan dua perempuan lain yang berinisial NK, 20, serta VR, 20.

Mereka berpesta miras di kebun jagung di Dusun Kalipahit, Desa Kendalrejo, Kecamatan Tegaldlimo. Diduga, ikut dalam pesta miras itu dua oknum anggota polisi dan dua petugas dari Perhutani.

RT yang kondisinya kritis dilarikan warga ke UGD Puskesmas Desa Sumberberas, Kecamatan Muncar. “Saya kaget. Di tempat pakan sapi, ada perempuan yang mabuk, lalu saya bawa ke Puskesmas Sumberberas,” ungkap Dirin.

Dari informasi yang berhasil diperoleh Jawa Pos Radar Genteng, RT yang tinggal di Desa Kalipahit, Kecamatan Tegaldlimo, keluar dari rumah pada Sabtu (15/4) sekitar pukul 13.00. Saat pergi, dia tidak pamit orang tuanya.

Perempuan yang masih tercatat siswi SMA tersebut ternyata pergi menemui ND, NK, dan VR. “Saat RT saya bawa ke Puskesmas, tiga temannya, ND, NK, dan VR, datang,” terangnya.

Dari mulut tiga teman RT itu, jelas Dirin, RT diduga OD karena sebelumnya berpesta miras di kebun jagung di Dusun Kalipahit, Desa Kendalrejo, Kecamatan Tegaldlimo. Dia berpesta miras bersama dua oknum polisi berinisial HS dan YD. Selain itu, ada dua oknum petugas Perhutani berinisial SG dan KS. “Kata perempuan-perempuan tersebut, mereka pesta miras karena diajak oknum itu,” ungkapnya.

Menurut keempat perempuan, terang Dirin, pesta miras tersebut berlangsung sejak Sabtu sore (15/4) hingga Sabtu malam (15/4). RT yang teler hingga tidak sadarkan diri itu diduga sempat digerayangi.

Pesta miras yang belum diketahui jenis mirasnya tersebut diduga bubar sekitar pukul 20.00. Selanjutnya, RT sengaja dibuang ke kandang sapi di Dusun Sidomulyo, Desa Sumberberas, Kecamatan Muncar, yang berjarak 17 kilometer dari lokasi pesta miras. “Saya menemukan RT ini sekitar pukul 21.00, saat akan ke belakang,” cetusnya.

Dirin mengaku tidak tahu siapa yang membawa RT ke kandang sapi miliknya. Yang jelas, setelah menemukan perempuan ABG itu tergeletak di palongan (tempat pakan sapi), dia memanggil para tetangga dan membawa perempuan tersebut ke UGD Puskesmas Sumberberas. “Lalu, saya melapor ke Polsek Tegaldlimo,” imbuhnya.

Saat dibawa ke Puskesmas, kondisi RT tidak sadarkan diri. Perempuan itu terus menjalani perawatan intensif. Selanjutnya, Dirin bersama warga, mencoba mencari orang tuanya. “Setelah kami lapor ke polsek, orang tuanya datang di puskesmas,” terangnya.

RT baru siuman pada Minggu (16/4) sekitar pukul 11.00. Setelah kondisinya membaik, ABG itu diperbolehkan pulang. “Kalau bisa pakai motor saja, tidak usah pakai ambulans,” ungkap SR, 50, ayah RT yang didampingi ST, 45, ibu RT.

Orang tua RT berharap apa yang dialami putrinya tersebut tidak terulang. Dia juga menginginkan kasus itu bisa diusut tuntas oleh aparat kepolisian. “Ini harus diusut tuntas,” tuntut SR.

Sementara itu, secara terpisah, kasus dugaan pesta miras yang melibatkan dua oknum polisi dan dua pegawai Perhutani tersebut masih diselidiki polisi.


div>