SABTU , 17 NOVEMBER 2018

Siswi SMA Malua Dipaksa Gugurkan Kandungan

Reporter:

Editor:

hur

Jumat , 15 April 2016 13:57

ENREKANG, RAKYATSULSEL.COM – Dasar laki-laki tidak bertanggungjawab,  setelah “menikmati” keperawanan Ast, siswi SMA 1 Malua, Arb (29)  memaksa pacarnya melakukan oborsi. 

Arb yang berprofesi sebagai petani bawang ini, awalnya menjemput Ast di sekolahnya dan mengajaknya pulang sekitar pukul 14.30 Wita. Namun di tengah jalan, Arb yang punya niat jahat, justru membawa Ast singgah di rumah kebun. Di rumah kebunnya itulah, ARB memaksa Ast untuk menelan 2 kapsul obat penggugur kandungan.

“Tersangka memaksa pacarnya menelan dua obat penggugur kandungan sekaligus. Dan dua kapsul lagi, pelaku memasukkannya ke lubang kelamin korban,” terang Kapolres Enrekang, AKBP Leo Tri Wibowo yang didampingi Kasat Reskrim AKP Agussalim dan Kanit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Bripka M Arsyad saat ditemui di ruang kerjanya, Jumat (15/4).

AKP Agussalim menjelaskan, setelah 12 jam, kapsul tersebut masuk ke perut Ast. Siswi kelas 3 SMA tersebut mengalami pendarahan hebat di rumahnya. Pihak keluarga korban pun melarikan Ast ke Puskesmas Anggeraja. Namun pihak puskesmas merujuknya ke RSU Massenrempulu yang terletak di tengah kota Enrekang.

“Jadi kami tidak melihat orok yang digugurkan, karena kejadiannya masih bulan februari lalu. Namun pihak keluarga Ast baru melapor kepolisi kemarin,” ujar Agussalim.

Menurut Keterangan korban Ast di hadapan penyidik kepolisian, dia saat dipaksa makan obat penggugur kandungan tersebut sementara mengandung cabang bayi berusia empat bulan dari hubungan haram yang mereka lakukan berdua.

Arb kini ditahan di Mapolres untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya yang memaksa Ast menggugurkan kandungannya. Arb yang kini ditetapkan sebagai tersangka, diancam hukuman 6 hingga 12 tahun sesuai pasal 347 (1) KUHP tentang memaksa wanita menggugurkan kandungan.


Tag
div>