KAMIS , 20 SEPTEMBER 2018

Skema Pensiun Diubah Pemerintah, Ini Respons Para PNS

Reporter:

Editor:

asharabdullah

Senin , 12 Maret 2018 09:50
Skema Pensiun Diubah Pemerintah, Ini Respons Para PNS

ILUSTRASI

RAKYATSULSEL.COM – Sejumlah Pegawai Negeri Sipil menyuarakan pendapatnya soal rencana pemerintah mengubah skema pensiun PNS dari berbasis pay as you go menjadi fully funded.

Skema fully funded itu memangkas gaji lebih besar 15 persen. Dalam skema pay as you go yang berjalan sekarang ini, PNS hanya dibebani iuran bulanan sebesar 4,75 persen dari gajinya.

Pegawai Setda Musi Banyuasin (Muba), Sumsel, Redi Susanto menyebut, kalaupun skema baru itu mau diterapkan, dia meminta kenaikan gaji dan tunjangan penghasilan pegawai (TPP) terlebih dahulu.

“Baru boleh gaji dipotong karena ada penambahan gaji,” katanya, seperti dikutip Sumatera Ekspres (Jawa Pos Group).

Pasalnya, dia pun menyebut hampir semua PNS telah gadaikan surat keputusan (SK) pegawai untuk pinjaman bank. “Tentu gaji PNS sudah dipotong banyak oleh bank untuk bayar utang, bahkan ada gajinya yang betul-betul habis,” tegasnya.

Jadi bagaimana lagi pemerintah mau potong gaji PNS, jika sudah habis dipotong bayar utang bank. Belum lagi mereka harus bayar anak sekolah dan memenuhi kebutuhan hidup. Sementara, PNS Pemkab OKU Timur, Risma mengaku 15 persen itu terlalu besar.

“Kalau cuma 6-7 persen saya rasa pas lah. Tapi jika sampai 15 persen saya keberatan. Banyak peruntukkan gaji itu,” kata Risma.

Di OKU Selatan, seorang PNS Pemkab Beni menyebut skema baru justru menyengsarakan pegawai. Dia berharap pemerintah seharusnya tidak memotong gaji, tapi sewajarnya menaikkan gaji termasuk pensiun.

“Ini bukannya berpikir maju, malah sebaliknya pemerintah berpikir mundur dengan hanya memutar apa yang sudah jadi hak pegawai,” pungkasnya.

(srs/JPC)


div>