SENIN , 18 DESEMBER 2017

Skenario Begal Parpol Berlanjut

Reporter:

Suryadi - Iskanto

Editor:

asharabdullah

Selasa , 28 November 2017 11:39
Skenario Begal Parpol Berlanjut

Dok. RakyatSulsel

– DPP Memungkinkan Tarik Rekomendasi

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Tarik ulur dukungan atau rekomendasi partai politik terhadap kandidat yang akan diusung terus terjadi jelang Pemilihan Gubernur (Pilgub) Sulsel 2018. Skenario saling begal parpol hampir pasti terjadi hingga pendaftaran resmi dibuka Komisi Pemilihan Umum (KPU).

Diketahui, Partai Amanat Nasional (PAN) yang sebelumnya menyerahkan rekomendasi untuk pasangan Ichsan Yasin Limpo – Andi Mudzakkar (IYL – Cakka) pada bulan Juli lalu, dengan mudah mengalihkan dukungannya kepada Nurdin Abdullah – Andi Sudirman Sulaiman (NA – ASS). Partai yang dipimpin Ketua Umum Zulkifli Hasan ini secara resmi menyerahkan rekomendasinya kepada NA – ASS pada bulan Oktober lalu. Ditengarai, perubahan arah dukungan PAN akibat campur tangan elite politik di pusat.

Saat ini, seluruh parpol pemilik kursi di DPRD Sulsel telah menyampaikan arah dukungannya kepada tiga kandidat. IYL – Cakka yang mengantongi rekomendasi Demokrat dan PPP Kubu Romi. Nurdin Halid – Aziz Kahar Mudzakkar (NH-Azis) yang mendapat dukungan Golkar, NasDem, Hanura, PKPI, PKB dan PPP Djan Faridz. Serta NA-ASS yang didukung empat partai yakni Gerindra, PKS, PDIP, PAN.

Terbaru, Wakil Gubernur Sulsel dua periode Agus Arifin Nu’mang, terlihat bermanuver. Menggandeng politisi Demokrat Andi Nurpati, Agus optimistis bisa maju melalui jalur parpol. Ia mengklaim, tiga parpol akan mengusungnya di Pilgub Sulsel mendatang.

Berdasarkan informasi yang beredar, Agus – Andi Nurpati akan membegal dua partai pengusung NA – ASS, yakni Gerindra dan PKS.

Saat dikonfirmasi, Sekretaris DPD Gerindra Sulsel, Rusdin Tabi, mengaku belum mendapat informasi dari DPP Gerindra. Menurutnya, jika terjadi perubahan arah dukungan, hal tersebut murni keputusan Ketua Umum DPP Gerindra, Prabowo Subianto.

“Segala kemungkinan bisa saja terjadi, jika DPP dibawah kepemimpinan Prabowo Subianto menghendaki partai ini mendukung figur lain,” kata Rusdin, Senin (27/11) kemarin.

Sebagai kader partai, Rusdin mengaku siap menjalankan apa yang menjadi keputusan dan keinginan DPP, demi kemajuan Gerindra di Sulsel. “Keputusan strategis Partai Gerindra seperti Pilgub ada di DPP, di tangan Pak Prabowo Subianto. Jadi, kader di daerah harus siap mengamankan keputusan DPP,” tegasnya.

Hal berbeda disampaikan juru bicara Gerindra Sulsel, Syawaludin. Ia menegaskan, Partai Gerindra telah menyatakan sikap mendukung NA – ASS di Pilgub Sulsel. Agus sebagai eks kader Gerindra telah mengembalikan Kartu Tanda Anggota (KTA), sehingga dianggap tidak bisa kembali ke Gerindra.

“Gerindra siap mengusung dan memenangkan NA – ASS. Kalau Pak Agus sudah mengembalikan KTA Gerindra, tidak lagi menjadi anggota Gerindra. Jadi tidak ada potensi lain. Jalan satu-satunya adalah Gerindra mengusung NA – ASS,” pungkasnya.

Dikonfirmasi terpisah, Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) PKS Sulsel, Irwan ST, menegaskan, keputusan PKS mengusung NA yang berpaket dengan ASS sifatnya final. Bahkan, PKS telah membentuk tim di kabupaten/kota untuk memenangkan NA – ASS pada hajatan politik lima tahunan itu.

“Kalau kita sudah tidak bergeser dari NA. SK dari DPP sudah diserahkan juga, dan kita juga sudah bentuk timnya untuk sosialisasi. Kalau ada kejadian mau ambil dukungan, itu mau lewat dari mana, ini yang bertanda tangan Presiden PKS dan Sekjend PKS loh,” terang Irwan.

Legislator DPRD Makassar ini juga menyindir Agus yang akan menarik dukungan PKS dari NA – ASS. Iapun menuding Agus sedang berhalusinasi.

“Kita yakin pimpinan kita di pusat tidak amnesia, tidak plin plan. Baliho-baliho juga sudah kita pasang, tim juga sudah kita bentuk ke bawah, malah kita sekarang sudah recruitment saksi-saksi. Jadi kalau ada wacana seperti itu, aduh itu sepertinya berhalusinasi itu,” ucapnya.

Sebelumnya, Ketua DPD Demokrat Sulsel, Ni’matullah enggan berkomentar banyak. Termasuk perihal keputusan Ketua Bappilu DPP Demokrat, Andi Nurpati, untuk berpaket dengan Agus.
“Demokrat masih tetap bersama IYL – Cakka,” kata Ni’matullah.

Situasi politik yang semakin dinamis tersebut, turut ditanggapi Pakar Politik Universitas Pejuang Republik Indonesia (UPRI), Saifuddin Almughniy. Ia menilai, sulit bagi Agus untuk menarik dukungan parpol yang telah menyerahkan rekomendasi ke kandidat calon gubernur. Apalagi, Agus juga terkesan terkesan plin plan dalam menetukan pendampingnya.

“Ini klimaks atas perburuan calon ke parpol, dalam hitungan hari, parpol telah memberi isyarat yang kuat pada dukungannya. Tetapi pasca terdepaknya Aliyah, kemudian munculnya Andi Nurpati yang mau berpaket dengan Agus, semakin melemahkan logika politik,” terangnya.

Apalagi, Agus yang menggandeng Andi Nurpati tentu berharap mendapatkan rekomendasi Partai Demokrat. Sementara Demokrat telah berkomitmen bersama IYL – Cakka pada pilgub mendatang. Hal ini tentu menjadi isyarat bagi Agus untuk dapat legowo.

“Dalam enam bulan kedepan, perhelatan itu dimulai, sementara Agus masih sangat optimistis mendapatkan dukungan parpol. Hadirnya Agus menjadi alasan pembenar, bahwa dengan itu Demokrat bisa direbut, sementara jauh hari sebelumnya DPP Demokrat telah menyatakan sikap ke IYL – Cakka,” jelasnya.

Menurutnya, agak sulit membegal parpol, sedangkan dukungan secara tertulis sudah ada. Namun, upaya Agus untuk mendapatkan rekomendasi parpol patut dihargai. “Ini tentu juga harus dihargai. Pak Agus tetap optimistis meraih dukungan lewat parpol,” imbuhnya. (*)


div>