RABU , 14 NOVEMBER 2018

Skenario Lawan Kotak Kosong di Pilgub Sulit

Reporter:

Editor:

rakyat-admin

Senin , 06 Maret 2017 09:55
Skenario Lawan Kotak Kosong di Pilgub Sulit

ILUSTRASI

MAKASSAR,RakyatSulsel.com – Pelaksanaan Pemilihan Gubernur (Pilgub) Sulsel 2018 mendatang, tanpa diikuti petahana diprediksi bakal menyajikan dinamika politik yang tak biasa.

Maklum saja selama ini kekuatan politik di Sulsel sangat didominasi oleh kekuatan Syahrul Yasin Limpo. Sehingga dengan tidak ikut sertanya lagi SYL dalam Pilgub 2018 menjadikan kans figur untuk maju sangat terbuka. Selain itu ketiadaan figur yang mendominasi kekuatan politik secara dominan, menjadikan peta kekuatan politik di Sulsel relatif terbagi. Hal itu pun membuat skenario jumlah kontestan di Pilgub dinilai sulit menghadirikan calon tunggal untuk melawan kotak kosong.

Supervisor Strategi Pemenangan Jaringan Suara Indonesia (JSI), Arif Saleh memprediksi Pasangan calon gubernur dan wakil gubernur di Pilgub Sulsel 2018 mendatang maksimal empat kontestan. Empat pasangan itu, terdiri dari tiga usungan koalisi partai politik (parpol) dan satu dari jalur perseorangan atau independent. Prediksi ini mengacu pada syarat usungan, serta sebaran perolehan kursi di masing-masing partai.

“Kalau melihat komposisi perolehan kursi dan syarat minimal mengajukan pasangan, maka Pilgub Sulsel diprediksi maksimal tiga pasangan dari usungan parpol,” ujar Arif, Minggu (5/3).

Terkait kandidat yang berpotensi maju lewat usungan parpol, Arif yang lembaganya baru-baru ini berhasil mengantarkan Wahidin Halim-Andika meraih suara terbanyak di Pilgub Banten 2017, menyebut bila semua masih punya peluang untuk direkomendasikan. Hanya saja, jika mengacu pada dinamika yang berkembang belakangan ini, maka ada dua nama yang mendekati posisi aman untuk mengendarai parpol. Mereka adalah Nurdin Halid, serta Ichsan Yasin Limpo. “Dukungan Golkar sudah mengarah ke NH. Meskipun belum sepenuhnya tertutup untuk kandidat lain, tapi posisi NH jauh lebih berpeluang direkomendasikan secara resmi. Sisa sekarang, NH harus meyakinkan partainya kalau dia punya kans untuk terpilih,” tambah eks jurnalis desk politik di salah satu koran harian nasional ini.

Sementara untuk Ichsan, peluang maju lewat koalisi parpol juga mendekati posisi aman. Apalagi secara lisan, Ketum DPP PAN beserta DPW dan DPD sudah menyatakan kesiapannya mendukung mantan Bupati Gowa dua periode tersebut. Meski demikian, Ichsan masih harus mencari dukungan parpol lain guna mencukupkan syarat minimal 17 kursi untuk maju lewat usungan parpol. “Tapi dukungan awal PAN secara lisan, itu bisa menjadi modal bagi IYL menjajaki koalisi denganĀ  partai lain,” papar Arif.

Arif mengurai, adik kandung Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo itu, berpotensi mendapat rekomendasi dari sejumlah parpol. Seperti Nasdem, PDIP, PKS, Hanura maupun PPP.

[NEXT-RASUL]

Khusus satu pasangan lainnya dari usungan parpol, Arif memprediksi bakal diperebutkan antara Agus Arifin Nu’mang dan Nurdin Abdullah. Hanya saja, jika melihat pergerakan dua kandidat itu, Agus lebih berpeluang.

Alasannya, Wakil Gubernur Sulsel tersebut, sudah mendekati beberapa parpol. Diantaranya PKB dan Partai Gerindra. Bahkan, di dua partai itu, Agus sudah menunjukkan kemesraan dengan para elitnya. “Sisa memang Agus masih harus mencukupkan rekomendasi dari partai lain kalau PKB dan Gerindra sudah mendukungnya,” papar Arif.

Sedangkan NA yang dari dulu lebih sreg berpasangan dengan Tanribali Lamo, ada kemungkinan memilih maju lewat jalur perseorangan, jika dinamika yang berkembang jelang tahapan, peluang merebut rekomendasi parpol tergolong tipis.

Sementara, Pakar Politik Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar, Adi Suryadi Culla mengatakan untuk potensi adanya kandidat melawan kotak kosong di Pilgub sulit terwujud. Apalagi sejumlah figur bakal calon sudah bermunculan, mulai dari kader partai hingga figur profesional di Sulawesi selatan. “Konteks (Kotak Kosong) di Sulsel tidak bakal terjadi, karena ada beberapa faktor, terutama banyaknya Figur partai Politik yang mulai bermunculan,” katanya.

Selain itu, dinamika politik jelang Pilgub nanti bakal lebih ketat, hal ini karena tidak ada lagi figur incumbent yang bakal maju, sehingga potensi untuk para kader parpol yang ingin maju saat ini sudah mulai bermunculan.”Sejumlah calon sudah mulai banyak yang berminat, kalau masalah melawan kotak kosong itu sangat sulit karena dalam beberapa daerah yang kita lihat hanya incumbent yang melawan kotak kosong,” ujarnya.

Adi juga menuturkan dominasi kekuatan para calon gubernur saat ini kebanyakan dari Partai Politik yang memiliki kekuatan yang sangat besar. “Partai Politik saat ini memiliki signifikansi suara jika melakukan koalisi dengan beberapa parpol, apa lagi para figur mereka saat ini tingkat popularitasnya cukup bersaing,” ucapnya.

[NEXT-RASUL]

Bahkan dirinya menuturkan dengan banyaknya figur partai Politik yang saat ini bermunculan, memungkinkan jumlah kontestan di Pilgub 2018 bisa menjadi tiga hingga empat orang. “Kemungkinan muncul anatara tiga hingga empat calon, karena beberapa partai mereka bergabung sudah mencukupkan suara untuk mengusung para kandidat di Pilgub,” tuturnya. (Ian-Fah/D)


Tag
div>