MINGGU , 27 MEI 2018

SMSI Sulsel Bahas Pilkada dan Menjamurnya Media Siber

Reporter:

Editor:

asharabdullah

Kamis , 14 Desember 2017 16:54
SMSI Sulsel Bahas Pilkada dan Menjamurnya Media Siber

SMSI Sulsel menggelar diskusi akhir tahun bertema "Pilkada dan Menjamurnya Media Siber" yang digelar di Warkop Phoenam Boulevard Makassar, Kamis, (14/12). ist

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Pengurus Media Siber Indonesia (SMSI) Sulsel menggelar diskusi akhir tahun bertema “Pilkada dan Menjamurnya Media Siber” yang digelar di Warkop Phoenam Boulevard Makassar, Kamis, (14/12) .

Diskusi ini digagas bersama para anggota SMSI Sulsel menyambut Pilkada serentak tanah air yang kini memasuki tahapan di KPU kabupaten/kota.

Ketua SMSI Sulsel Rasid Alfarizi mengatakan, melalui diskusi ini diharapkan ada pemahaman bersama Media Siber harus menjaga profesional untuk menjaga kepercayaan publik akan profesi jurnalis.

“Media siber yang profesional adalah media yang memiliki badan hukum, personil redaksional, dan bekerja atas dasar prinsip etika jurnalisitik dengan baik. Saat ini menjamur media siber karena begitu mudahnya membeli domain. Mereka menjadi dari bagian-bagian tim sukses calon tertentu dan mengabaikan prinsip-prinsip yang lain. Nah ini yang perlu dicermati,” kata Rasid.

Dalam setiap perhelatan Pilkada, fenomena munculnya media-media untuk campaign bukan hal baru, karena itulah SMSI sebagai wadah perlu mengambil peran menciptakan tatanan yang lebih baik. Diharapkan setiap media menyajikan berita-berita berdasarkan prinsip-prinsip jurnalistik.

Diskusi ini SMSI Sulsel bekerjasama dengan DPRD Kota Makassar menghadirkan lima pembicara yakni Ketua DPRD Kota Makassar Farouk M Betta, Kepala Dinas Infokom kota Makassar Ismail Hajiali, Wasekjen SMSI pusat Zulkifli Gani Ottoh, Pimred Harian FAJAR Arsyad Hakim dan Wapimred Tribun Timur Thamsil Tahir.

Mereka akan mengulas kebijakan redaksional masing-masing menghadapi era digital dan sikap pemerintah kota menghadapi menjamurnya media siber di Makassar.

Sementara itu Zulkifli Gani Ottoh yang mewakili SMSI pusat akan memaparkan peran aktif SMSI mendorong perusahaan media online menjadi lebih profesional. Syarat bergabung di SMSI dan program apa saja yang telah dilakukan.

“Sebagai organisasi yang menaungi media siber di Indonesia, SMSI juga berperan aktif terus mendorong perusahaan media online yang dapat memberikan jaminan hidup, bermartabat, serta jadi idaman bagi karyawannya,” kata Zulkifli.

Seperti diketahui, hingga kini, sudah terseleksi 265 perusahaan media siber yang telah diserahkan kepada Dewan Pers. “SMSI sudah ada di 27 provinsi, termasuk Sulsel yang kepengurusan terbentuk Agustus 201 lalu,” katanya.

Pada Desember 2017, SMSI akan kembali datang ke Dewan Pers untuk melanjutkan proses verifikasi perusahaan media siber yang berasal dari semua provinsi di Indoneaia. Ini agar mempercepat jadi konstituen Dewan Pers, katanya. (*)


div>