SELASA , 20 NOVEMBER 2018

Soal Desakan GNR ke Bawaslu, Ini Jawaban Seknas Relawan Prabowo-Sandi

Reporter:

Editor:

Iskanto

Rabu , 24 Oktober 2018 18:08
Soal Desakan GNR ke Bawaslu, Ini Jawaban Seknas Relawan Prabowo-Sandi

Direktur Kajian Stretegis Seknas Relawan Prabowo-Sandi, Syarif Achmad

JAKARTA, RAKYATSULSEL.COM – Direktur Kajian Stretegis Seknas Relawan Prabowo-Sandi, Syarif Achmad menyebutkan jika kasus Ratna Sarumpaet terkait kebohongan yang ia lakukan sendiri dan reaksi Prabowo Subianto bersama sejumlah Tokoh yang mengecam penganiayaan tersebut merupakan Reaksi Manusiawi yang menentang adanya penganiayaan.

“Dan itu murni respon kemanusiaan beliau (Prabowo) untuk empati pada siapapun yang teraniaya, itu bukan respon politik tapi itu respon dan empati pada tindak penganiayaan yang kemudian di belakang hari Ratna sendiri mengaku itu adalah kebohongan yang ia lakukan sendiri,” kata Syarief.

“Jadi sama sekali itu tidak ada kaitannya dengan Pak Prabowo. Pak Prabowo adalah korban dari informasi yang disampaikan Ratna, karena itu salah alamat bila kemudian GNR (Garda Nasional untuk Rakyat`) menuding Pak Prabowo, hal itu justru memperlihatkan Relawan Kubu Pak Jokowi ingin mendegradasi kekuatan dukungan Pak Prabowo dengan memanfaatkan dan menyudutkan Pak Prabowo terkait kasus Ratna Sarumpaet itu,” jelasnya lagi.

Menurut Mantan Ketua Umum HMI Cabang Makassar ini, terkait statement Prabowo sehubungan dengan kasus Ratna Sarumpaet itu sudah klir. Ratna sudah mengakui dia sendiri sebagai aktor utamanya. Dan Prabowo sudah menyampaikan permintaan maaf terkait sikap dan empati yang keliru.

“Dan kami pikir ranah ini tidak ada korelasinya dengan Pemilu. Dalam analisa kami tidak ada satupun kalimat dan respon pak Prabowo yang tendensius apalagi bernuansa Black Campaign pada Pak Jokowi dan KH. Ma’ruf Amin sebagai Paslon Pilpres 2019, jangan baperlah,” ujar Syarief.

Syarief menilai, desakan permintaan pemanggilan dan sanksi pada Prabowo selaku Calon Presiden terkait kasus Ratna Sarumpaet oleh Bawaslu yang disuarakan Relawan GNR justru semakin memperlihatkan ambisi kekuasaan kelompok relawan Jokowi yang ingin mendiskreditkan Prabowo sebagai Kontestan Pemilu 2019 dengan cara-cara yang tidak beradab dengan memakai tangan Bawaslu.

“Kami tetap percaya Bawaslu RI adalah lembaga Independen, tidak ada satupun fakta yang dilanggar oleh Pak Prabowo dan Tim terkait rambu-rambu pilpres, karena itu berhentilah mendesak dan menekan lembaga pemerintah hanya karena nafsu untuk mempertahankan kekuasaaan yang sudah di ufuk senja itu,” bebernya.

“Kita semua berkepentingan untuk menjalankan proses pemilu sebagai festival demokrasi yang bersahabat dan menggembirakan, itu komitmen Pak Prabowo dan Pak Sandi, karena itu kami menyerukan kepada semua elemen relawan Prabowo-Sandi untuk bahu membahu bekerja untuk memenangkan Pak Prabowo dengan cara-cara yang bermartabat dengan menjauhi black campaign dan menyebar hoax,” imbaunya. (*)


div>