MINGGU , 18 NOVEMBER 2018

Soal Eks Ruang VIP Disewakan Kemahasiswa, Ini Kata Direktur RSUD Bantaeng

Reporter:

Jejeth

Editor:

Lukman

Senin , 26 Maret 2018 18:40
Soal Eks Ruang VIP Disewakan Kemahasiswa, Ini Kata Direktur RSUD Bantaeng

Anwar Makkatutu

BANTAENG, RAKYATSULSEL.COM – Kabar beredar tentang dijadikannya bekas ruang perawatan VIP yang beralih fungsi menjadi kost-kostan mahasiswa kini mendapat tanggapan dari Direktur Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Bantaeng, Prof.Dr.H.M. Anwar Makkatutu.

“Dengan kondisi RS yang 8 lantai tentu operasionalnya juga tinggi berupa kebersihan keamanan serta yang lainnya tentu membutuhkan biaya yang tidak sedikit,” kata Dr. Sultan saat dihubungi via whatsapp, Senin (26/3).

Ia juga mengatakan, memang manajemen harus pintar-pintar mencari sumber pendapatan, kalau tidak Pemerintah Daerah (Pemda) berkewajiban untuk memberi subsidi maksimal, karena rumah sakit ini adalah milik pemda.

Lebih lanjut dikatakan, RSUD Bantaeng sebagai Badan Layanan Umum Daerah (BULD) berhak untuk mencari sumber-sumber penghasilan untuk membiayai operasional RSUD yang sekarang diminimalkan subsidinya oleh Pemda.

Terkait penggunaan Ruang Perawatan untuk Badan Narkotika Kabupaten (BNK) sementara dalam pembahasan. “Untuk ruangan BNK kami menerima dan sementara dalam pembahasan,” urainya.

Ia juga membenarkan telah meyewakan beberapa kamar kepada sejumlah mahasiswa, dengan alasan menjamin keselamatan dan mendekatkan mahasiswa dengan tempat prakteknya.

Selain itu menurutnya, pihak RSUD berkewajiban menyiapkan tempat nginap mahasiswa dan mahasiswa berkewajiban untuk membayar biaya listrik, air dan lain-lain.

“Memang yang menggunakan kamar ini (VIP) adalah mahasiswa dari luar kota, keselamatan mereka juga harus kami perhatikan dan lebih mendekatkan mereka ke RSUD sebagai tempat praktek mereka dan ini merupakan kewajiban RSUD untuk menyiapkan tempat penginapan bagi mahasiswa yang praktek dan tentunya dia harus mengganti biaya listrik dan lain-lain,” tandasnya. (*)


div>