RABU , 17 OKTOBER 2018

Soal Insiden Demo Tolak UU MD3, Sekwan DPRD Bulukumba Minta Maaf

Reporter:

Salahuddin

Editor:

Lukman

Selasa , 27 Februari 2018 20:10
Soal Insiden Demo Tolak UU MD3, Sekwan DPRD Bulukumba Minta Maaf

Sekertaris DPRD Bulukumba, HM Daud Kahal, didampingi Kasubag Humas DPRD, Kamaruddin, saat memberikan keterangan pers, terkait insiden demo aktivis PMII Bulukumba.

BULUKUMBA, RAKYATSULSEL.COM – Sekertaris DPRD (Sekwan) Bulukumba, HM Daud Kahal, menyampaikan permohonan maaf atas insiden demo tolak UU MD3 yang dilakukan aktivis Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Bulukumba, di Gedung DPRD Bulukumba, Senin (26/2).

“Kalau insiden itu terjadi, itu tidak disengaja. Tidak ada keinginan untuk menghalangi-halangi mahasiswa menyampaikan aspirasi. Atas nama Sekertariat DPRD Bulukumba, kami menyampaikan permohonan maaf kepada teman-teman PMII,” kata HM Daud Kahal, didampingi Kasubag Humas DPRD Bulukumba, Kamaruddin, di Gedung DPRD Bulukumba, Selasa (27/2).

Daud Kahal menyampaikan hal itu kepada sejumlah wartawan menanggapi laporan aktivis PMII Bulukumba, Ramil Syam Bin Sampara, yang mengadukan Irfan Handi (Kasubag Aspirasi DPRD Bulukumba) ke Polisi. Ramli Syam melaporkan Irfan Handi ke polisi atas dugaan penganiyaan.

Kasubag Aspirasi DPRD Bulukumba, Irfan Handi, kepada wartawan menjelaskan kronologis kejadian saat aktivis PMII Bulukumba unjuk rasa di gedung DPRD Bulukumba. Irfan mengatakan, awalnya mereka hanya berorasi dijalan raya. Namun, karena mengganggu pengguna jalan, maka, kami mempersilahkan mereka (PMII) masuk ke halaman gedung DPRD.

Setelah masuk ke halaman DPRD, mereka kemudian membakar ban. Aksi itu kemudian direspon Sat Pol PP dengan memadamkan ban yang mulai terbakar. Aksi Sat Pol PP itu tidak diterima. Itulah kemudian yang memicu saling dorong.

“Takut api akan merembes ke kendaraan (mobil) yang jaraknya hanya satu meter dari ban yang dibakar. Polisi juga banyak yang melihat kejadian itu. Saya minta maaf atas kejadian itu,” terang Irfan Handi.

“Kalau permohonan maaf ini diterima teman-teman PMII, saya bersedia bertemu. Saya berharap, masalah ini tidak berlanjut,” tambah HM Daud Kahal. (*)


div>