KAMIS , 15 NOVEMBER 2018

Soal Kasus Ratna Sarumpaet, Ini Kata Akademisi Unismuh Makassar

Reporter:

Suryadi Maswatu

Editor:

Iskanto

Jumat , 05 Oktober 2018 18:59
Soal Kasus Ratna Sarumpaet, Ini Kata Akademisi Unismuh Makassar

Andi Luhur Prianto. foto: ist for rakyat sulsel

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Isu penganiayaan pegiat HAM, Ratna Sarumpaet jadi perbincangan hangat publik. Bahkan menyeret nama Capres dan Cawapres Prabowo-Sandi ke meja hukum.

Pasalnya tidak sedikit pihak yang mengaitkan kabar fiktif penganiayaan Ratna Sarumpaet dengan Ketua Umum Gerindra, Prabowo Subianto yang juga tengah ramai jadi sorotan lantaran mejadi rival petahan di Pilpres 2019 mendatang.

Kaitan hal ini, akademisi yang juga Pakar Politik Unismuh Makassar,  Andi Luhur Priyanto mengatakan, Prabowo-Sandi harus fair dan mengambil sikap mengamankan posisi RS dalam tim pemenangan.

“Ini bisa menjadi preseden buruk bagi model komunikasi politik tim Prabowo Sandi. Semakin intens hubungan RS dan Prabowo-Sandi, maka semakin kuat pula branding kebohongan itu melekat,” ujarnya.

Lanjut dia, RS sudah menjadi ‘musuh publik’, akan sulit memainkan posisi sebagai playing victim, sebagai seorang perempuan teraniaya, dalam etalase kampanye Prabowo Sandi.

“Tapi sesungguhnya kebohonga RS masih bisa di kapitalisasi secara elektoral untuk tim Prabowo-Sandi,” katanya.

Ditambahakn, ada perspektif juga melihat langkah RS sebagai sebuah model komunikasi politik yang terencana dan belum berakhir.

Eksperimen membongkar tatanan keteraturan (order) menjadi perilaku kekacauan (disorder) dalam komunikasi politik, cukup berhasil dalam praktek politik elektoral Amerika Serikat.

“Sebenarnya fenomena yang biasa dalam konstruksi masyarakat pasca-kebenaran (post-truth society),” pungkasnya.


div>