SENIN , 22 OKTOBER 2018

Soal Kelistrikan, PLN Terima Pemutusan Sementara Suplay Dua Kabupaten

Reporter:

Editor:

hur

Rabu , 03 Februari 2016 16:31

LUWU TIMUR, RAKYATSULSEL.COM – PT PLN menyatakan menerima permintaan DPRD Lutim yang menginginkan dilakukan pemutusan sementara suplai listrik ke Luwu Utara. DPRD Lutim menginginkan ada pemisahan suplai daya listrik dari PLN antara Lutim dengan Lutra, dengan maksud agar Pemda Lutim dapat mengetahui secara pasti berapa sebenarnya kebutuhan daya listrik masyarakat di Lutim.

Kisruh kelistrikan mencuat gara-gara di Lutim hampir setiap hari terjadi pemadaman oleh PLN, bahkan hingga berkali-kali dalam satu hari.

Terkait hal tersebut, pada Selasa (2/2) kemarin, DPRD melakukan Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan PLN yang mengasilkan 10 poin pernyataan yang harus dipenuhi oleh PLN.

“Kami terima tawaran DPRD Lutim untuk memutuskan sementara sumber daya milik Pemerintah Lutim, agar dapat mengetahui jumlah yang daya listrik dibutuhkan masyarakat Lutim sebenarnya,” kata Faizal, rayon PLN Mangkutana di hubungi melalui via telpon, Rabu (3/2). 

Faizal mengatakan, hitungan anggota dewan saat RDP, adalah salah. Menurut anggota dewan, kebutuhan listrik Lutim hanya sebanyak 4 MW, sehingga masih ada daya listrik yang tidak terpakai.

“Rumus mana dia (anggota dewan) gunakan sehingga menemukan hanya 4 MW digunakan masyarakat Lutim? Lalu mengira kami (PLN) menjual listrik ke luar  daerah,” ujarnya. 

Ia menjelaskan, sumber daya listrik dari PT Vale sebanyak 10,8 MW, oleh Pemda Lutim, diserahkan kepada PLN untuk dikelola. Ditambah 1,8 MW dari bendungan Saluanoang dan pembangkit di Cakaruddu sebesar 4 MW, maka total listrik yang dikelola PLN sebanyak 16 MW.

“Dari daya 16 MW tersebut, masih belum cukup untuk kebutuhan di Luwu Timur. Kebutuhan listrik Lutim sebenarnya sebanyak 17 MW untuk memenuhi kebutuhan 45.000 pelanggan,” ungkapnya.

Sementara itu, sekretaris komisi lll DPRD Lutim Andi Baharuddin mengatakan, pihak DPRD Lutim ingin memutuskan daya listrik milik Pemerintah Lutim. “Kalau PLN sudah tahu kebutuhan listrik untuk masyarakat Lutim, maka seharusnya PLN menambah daya untuk membenuhi kebutuhan masyarakat,” ujarnya.

“Masa kita mau dibebani oleh PLN masalah ini, ingin menambah daya untuk keperluan PLN sendiri. Justru PLN yang harus memberikan pelayanan maksimal kepada kami sebagai konsumen ,” ujar Andi Bahar.

Ketua komisi III DPRD Luwu Timur, Usman Sadik, menambahkan bahwa ada upaya PLN selama untuk menstabilkan listrik, namun pihak PLN sampai saat ini tidak ada investasi sama sekali. 

“Mereka hanya mengeruk keuntungan di daerah ini. Listrik kerap padam dengan alasan klasik, kekurangan daya. Padahal PT Vale telah menghibahkan daya listrik sebanyak 10,8 mw. Mana investasi PLN untuk masyarakat Lutim,” Usman Sadik. 

Lanjut dikatakan, hasil RDP Selasa kemarin, ada kesepakatan, maka wajib PLN melaksanakan perjanjian tersebut. “Kalau PLN mengingkari, maka kami akan membuatkan Pansus kelistrikan bagiPLN,” tegas ketua komisi lll DPRD Lutim Ini.


div>