SELASA , 16 OKTOBER 2018

Soal Mutasi, Bawaslu Ingatkan Petahana Hati-hati

Reporter:

Editor:

Lukman

Jumat , 08 September 2017 09:00
Soal Mutasi, Bawaslu Ingatkan Petahana Hati-hati

Ketua Bawaslu Sulsel Laode Arumahi. (Dok.RakyatSulsel)

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Sulsel memberi warning kepada calon petahana yang kembali maju pada Pilkada serentak tahun 2018 untuk berhati-hati melakukan mutasi.

Calon petahana dilarang melakukan mutasi sejak enam bulan sebelum tanggal penetapan pasangan calon oleh KPU, 12 Februari 2018. Bila melanggar, petahana bisa didiskualifikasi dari pencalonan Pilkada 2018.

Pada pilkada mendatang, daerah yang diikuti petahana yaitu Makassar (Moh Ramdhan Pomanto), Sinjai (Sabirin Yahya), Enrekang (Muslimin Bando), Palopo (Judas Amir), Bone (Andi Fashar Padjalangi), Parepare (Taufan Pawe), dan Jeneponto (Iksan Iskandar).

Ketua Bawaslu Sulsel, Laode Arumahi mengatakan, saat ini pihaknya sudah mulai melakukan pengawasan, dengan cara memberikan peringatan kepada setiap calon petahana yang akan melakukan mutasi. “Kita tetap awasi,” ujar Laode Arumahi, Kamis (7/9).

Ia menegaskan, jika suatu saat terdapat calon petahana yang melakukan mutasi, maka pihaknya langsung menggugurkannya dengan melihat bukti-bukti terlebih dahulu. “Jika nanti ada yang terbukti dan memenuhi unsur, maka digugurkan,” tegasnya.

Ketua Divisi Hukum dan Pengawasan KPU Sulsel, Khaerul Mannan menjelaskan, petahana dilarang melakukan penggantian pejabat sejak enam bulan sebelum tanggal penetapan pasangan calon sampai dengan akhir masa jabatan, bagi calon atau pasangan calon yang berstatus sebagai petahana.

Sanksinya kata Khaerul, bila melakukan mutasi enam bulan sebelum penetapan paslon, bisa dinyatakan tidak memenuhi syarat pencalonan. “Artinya dia berpotensi, dia tak bisa ditetapkan sebagai pasangan calon. Namun, juga bisa didiskualifikasi bila dia sudah dinyatakan sebagai pasangan calon,” ungkapnya. (Fahrullah)


div>