SELASA , 23 OKTOBER 2018

Soal Pasien Terlantar, Ini Klarifikasi Kepala Puskesmas di Takalar

Reporter:

Supahrin Tiro

Editor:

Iskanto

Selasa , 09 Oktober 2018 17:40
Soal Pasien Terlantar, Ini Klarifikasi Kepala Puskesmas di Takalar

ilustrasi perawatan pasien. (ist)

TAKALAR, RAKYATSULSEL.COM – Kepala Puskesmas Polongbangkeng Selatan, H Zainal Abidin yang terletak di lingkungan Canrego, Kelurahan Pa’bundukang, Kecamatan Polongbangkeng Selatan, memberikan klarifikasi terkait adanya warga yang mengeluhkan pelayanan di Puskesmas Polsel, Jumat (5/10) lalu.

H Zainal membantah kalau pihaknya tidak memberikan pelayanan yang maksimal terhadap pasien. “Pada saat itu, pasien atas nama Muh Adi Amir Saputra, umur 13 tahun, alamat Canrego, datang ke Puskesmas Polsel, tanggal (4/10/2018) jam 14.30 dengan keluhan demam selama tiga hari, batuk, muntah,” kata dia.

Ia mengaku, tindakan awal yang di berikan itu pemasangan IVFD RL 20tpm dengan terapi obat amoxicilin 3×1, anagen srp 2x1cth, domperidon 3×1, paracetamol 3×1. Semua tindakan yang di lakukan atas instruksi dr. Amran.

Namun pasien sempat menolak untuk dipasangi infus karena takut. Bahkan, ibu dari pasien tersebut juga meminta untuk tidak langsung dipasangkan infus. “Tunggu, nanti sebentar baru dipasang infus karena alasan baru datang dan pasien takut,” kata H Zainal, Selasa (9/10).

Ia mengaku baru pada pukul 14.55 petugas berhasil membujuk pasien untuk dipasangi infus. Selanjutnya, 15.30 pasien di pindahkan diruang perawatan, dan bapaknya menggendong anaknya untuk pindah keperawatan karena alasan anaknya tidak mau naik di kursi roda.

“Dihari kedua pada tanggl (5/10/2018) jam 20.30, kami telah mempersiapkan proses rujukan pasien secara online ke rujuk ke RS Maryam. Namum si bapak pasien tidak lagi sabar menunggu surat rujukan dengan melakukan tindakan menggendong anknya keluar dari ruang perawatan (dalam keadaan emosi) dan akhirnya pada pukul 21.00 pasien dirujuk ke RS Maryam dengan memakai mobil ambulance Puskesmas kami,” jelas H Zainal Abidin. (*)


div>