MINGGU , 27 MEI 2018

Soal Postingan di Facebook, Mansyur Replas Minta Maaf ke PDI-P

Reporter:

Fahrullah

Editor:

Ridwan Lallo

Kamis , 15 Maret 2018 12:53
Soal Postingan di Facebook, Mansyur Replas Minta Maaf ke PDI-P

int

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Mansyur Replas meminta maaf kepada Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P). Permintaan maaf itu disampaikan terkait postingan di Facebook milik Mansyur Replas yang menyebut PDI-P dan PKI siap membantai umat Islam.

Masnyur Replas mengaku postingan tersebut bukan dirinya yang menyebar, akan tetapi anaknya yang usianya masih dibawa umur.

“Jujur bukan saya yang sebar postingan itu, tapi anak saya yang umurnya masih 3 tahun,” katanya saat melakukan jumpa pers dengan pengurus DPC PDI-P Kota Makassar, di warcop BM cafe, Jl Tamangapa Raya, Kamis (14/3).

Dirinya baru mengetahui jika postingan tersebut ada, ketika salah satu pengurus PDI-P Kota Makassar, Sandi menyampaikan kepada dirinya. “Sandi (Pengurus PDI-P) yang menyamapaikan itu karena saya berteman di facebook, jadi pas saya lihat saya langsung hapus,” ucapnya.

Atas kejadian tersebut, Mansyur Replas meminta maaf kepada seluruh pengurus PDI-P yang ada di Indonesia. “Saya meminta maaf, karena ini adalah kehilafan yang saya lakukan,” terangnya.

Ketua PDI-P Kota Makassar, Bahar Mahmud menerima permintaan maaf Mansyur Replas. “Sebagai manusia, kita memaafkan. Allah saja memaafkan kenapa kita sebagai hambanya tidak bisa,” kata Bahar Mahmud.

Menurut Bahar Mahmud, saat ini begitu banyak yang ingin merugikan PDI-P dengan berbagai cara. Namun sebagai kader pastinya membela partai bermoncong putih tersebut. “Saya ini sudah hampir 20 tahun bersama PDI-P dan PDI-P tidak pernah mengajarkan komunis. Sekiranya ada, pasti saya orang paling pertama keluar,” ujarnya.

Bahkan menurut Bahar, ini sudah sering dicaplok jika PDI-P merupakan bagian dari PKI sebagai bentuk perlawanan politik orang-orang yang tidak ingin melihat partai berlambang moncong putih itu bangkit. “Ada oknum yang ingin merusak partai kami, ini juga pembelajaran terhadap orang-orang lain agar jika ingin memposting agar dicerna lebih baik,” tuturnya.

Atas kejadian tersebut, PDI-P selalu pelapor akan mencabut laporanya. “Kita akan cabut laporannya di polisi,” ungkapnya. (*)


div>