KAMIS , 13 DESEMBER 2018

Soal Taman Kereta Kencana, Ketua Komisi III: Anggaran Sudah Sesuai

Reporter:

Editor:

Niar

Rabu , 07 Februari 2018 21:08
Soal Taman Kereta Kencana, Ketua Komisi III: Anggaran Sudah Sesuai

int

PAREPARE, RAKSUL.COM- Ketua Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Parepare H Minhajuddin Achmad menyayangkan pernyataan yang dikemukakan salah seorang anggotanya, Parman Agoes Mante prihal keluhan mengenai anggaran yang dinilai tidak sesuai dengan kesepakatan mengenai pembangunan Taman Kereta Kencana.

Menurut Minhajuddin, anggaran pembangunan ikon baru yang terletak di Jalan Bau Masspe, Kelurahan Sumpang Minangae, Kecamatan Bacukiki Barat Kota Parepare sudah sesuai dengan kesepakatan saat pembahasan anggaran mulai dari KUA PPAS hingga disahkan menjadi APBD.

Bahkan, anggaran itu kata Minhajuddin, justru turun dari anggaran yang telah dipatok sebelum sayembara dilakukan.

Ketua Fraksi Golkar ini menguraikan, jika sebelum sayembara, anggaran pembangunan Kereta Kencana beserta pembangunan landasan, dan Ruang Terbuka Hijau (RTH) tersebut berdiri sendiri, masing-masing Rp.850 juta untuk pembangunan kereta kencana yang akan disayembarakan, sementara pembangunan landasan beserta RTH senilai Rp 350 juta dan akan dilelang.

“Jika ini diakumulasi, nilainya mencapai Rp 1.2 miliar,” ungkap Min, sapaannya.

Namun, lanjut Min, kedua pembangunan ini harus dipaketkan, dalam artian tidak berdiri sendiri. Kedua pembangunan ini disayembarakan, nilainya turun menjadi Rp 965 juta.

“Anggarannya sudah sesuai, baik itu penganggaran KUA PPAS dan APBD sudah jelas. Pada saat penganggaran, saudara Parman Agoes Mante merupakan Ketua Komisi III pada waktu itu, dan beliau juga hadir, dan kita semua sepakat dengan anggaran itu. Tidak mungkin disahkan dalam bentuk APBD ketika tidak disepakati,” papar Min.

Jika kata Min, persoalan proses pembangunannya yang dikeluhkan, Min berharap Anggota DPRD profesional dalam menyikapi. “Kalau memang prosesnya dikeluhkan, maka gunakan hak pengawasan sebagai anggota DPRD agar ada solusi yang diperoleh, bukan berkoar-koar,” harapnya.

Anggaran Rp 965 juta untuk pembangunan Taman Kereta Kencana yang include dengan RTH, lighting, dan landasan kereta ini dinilai Min lebih murah dibanding pembangunan ikon Colli’ Pujie yang menelan anggaran hingga Rp 2 miliar lebih di Kabupaten Barru. Bahkan kualitasnya digaransi hingga 40 tahun.

Berbeda halnya dengan pernyataan yang dikemukakan Anggota Komisi III Parman Agoes Mante. Dia menilai anggarannya tidak sesuai dengan kesepakatan antara pihak eksekutif dan legislatif.

“Saya tidak akan tinggal diam. Saya akan mempertanyakan hal ini pada sidang paripurna mendatang. Di mana kesewenang-wenangan ini dilakukan oleh eksekutif dan tidak melibatkan DPRD dalam pembahasan anggaran. Kesepakatan kami Rp 850 juta, jelas di RKA tapi pelaksanaannya Rp 1 miliar, tidak sesuai kesepakatan. Sama halnya lembaga DPRD dilecehkan,” ujar Parman, yang juga politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini.

Pernyataan Parman Agoes Mante nampaknya bertolak belakang dengan pernyataan yang dikemukakan Minhajuddin, yang berada pada satu kelembagaan dan satu komisi, bahkan satu fraksi di DPRD Parepare.

Menyikapi pernyataan keduanya, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Amir Lolo sebagai pengguna anggaran mengakui anggaran tersebut telah disepakati bersama Dewan, dari pembahasan KUA PPAS hingga disahkan menjadi APBD.

“Anggarannya kita bahas bersama dengan DPRD waktu itu. Cuma dulu itu anggarannya terpisah dengan RTH dan kereta. RTH-nya Rp 350 juta, dan Kereta kencana Rp 850 juta. Namun setelah melalui proses sayembara, ternyata ini satu paket tidak boleh dibangun sendiri, sehingga disatukanlah dan justru turun dari total Rp 1.2 m menjadi Rp 965 juta,” ungkap Amir Lolo, Rabu, (7/2/2018). (MP1)


div>