Sabtu, 29 April 2017

Soal Tuntutan Ahok, Anggota Komisi III: Enggak Bener Ini

Jumat , 21 April 2017 16:23
Penulis :
Editor   : doelbeckz
Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok. foto: net
Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok. foto: net

JAKARTA – Anggota Komisi III DPR Nasir Djamil menilai tuntutan Jaksa untuk terdakwa kasus penistaan agama Basuki Tjahja Purnama (Ahok) tidak memenuhi rasa keadilan.

Menurut Nasir tuntutan jaksa itu terlalu rendah dan terkesan tidak memberikan efek jera kepada pelaku. Padahal bila dibandingkan dengan kasus penistaan agama yang terjadi di Indonesia selama ini tuntutan jaksa justru lebih tinggi.

“Ini kok aneh ya, kasus penistaan yang menimbulkan reaksi dari umat di Indonesia bahkan diprediksi jutaan umat turun ke jalan, hanya dituntut 2 tahun percobaan, enggak bener ini,” ujar Nasir dalam keterangan tertulis yang diterima redaksi, Jumat (21/4).

Politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini, mencontohkan, kasus Arswendo tahun 1990 dan kasus HB Jassin 1968, menunjukkan bahwa tuntutan jaksa sampai lebih dari 2 tahun penjara dan ada yang hanya 1 tahun percobaan. Tapi, tegas Nasir, kasus tersebut tidak sampai menimbulkan reaksi masyarakat yang berlebihan seperti kasus Ahok ini.

“Ahok telah jelas-jelas dan secara sadar mengungkapkan kalimat yang berujung pada penistaan dan menimbulkan reaksi masyarakat malah hanya dituntut lebih tinggi sedikit dari kasus HB Jassin,” katanya.

Meskipun demikian, Nasir masih berharap bahwa hakim dapat memutuskan kasus Ahok nanti sesuai rasa keadilan yang sesuai fakta persidangan. “Sehingga publik dapat merasakan keadilan dari putusan itu,” pungkasnya.

Sekadar informasi, dalam berkas tuntutan sebanyak 209 halaman, jaksa penuntut umum Ali Mukartono menyatakan Ahok terbukti melanggar pasal 156 KUHP tentang pernyataan permusuhan dan kebencian terhadap suatu golongan.

Berdasarkan uraian itu, Ali menyampaikan tuntutan kepada hakim untuk menjatuhkan tuntutan terhadap Ahok dengan pidana penjara selama 1 tahun dengan masa percobaan 2 tahun. (jpg)


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*