JUMAT , 21 SEPTEMBER 2018

Sobat AIA Lamar PPP dan PDIP

Reporter:

Editor:

Lukman

Jumat , 30 Juni 2017 16:57
Sobat AIA Lamar PPP dan PDIP

Sobat AIA saat mengambil formulir pendaftaran di Sekretariat PPP Sulsel, Jumat (30/6)

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Puluhan pemuda yang mengatasnamakan Sobat AIA mendaftarkan Anggota DPR RI Fraksi Gerindra, Andi Iwan Darmawan Aras (AIA) sebagai bakal calon Bupati pada Pilkada Wajo 2018.

Jumat (30/6), Sobat AIA mengambil formulir di Partai Persatuan Pembangunan (PPP) dan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP). Khusus PPP, AIA merupakan pendaftar ke 10.

AIA yang diwakili sejumlah timnya mengaku telah melakukan simulasi survei sebelum mendaftar di partai berlambang ka’bah ini. Selain itu, saat ini pihaknya mengaku  telah melakukan penjajakan di sejumlah partai lain. Hanya saja ia masih enggan untuk memeberkan partai yang ia maksud.

“PPP ini ada 7 kursi di DPRD Wajo, butuh satu kursi untuk mencukupkan syarat usungan. Kami telah melakukan komunikasi dengan beberapa partai lain. Tapi belum bisa saya sampaikan disini, masih menjadi rahasia kami di tataran tim,” ungkap juru bicara Tim Sobat AIA, Arianto Burhan Makka.

Wakil Ketua HIPMI Sulsel ini menjelaskan, bahwa keputusan untuk mendaftar di PPP adalah inisiasi tim tanpa sepengetahuan AIA. Sebelumnya pihaknya telah melakukan pertemuan bersama tim dan memutuskan menemui petinggi PPP Sulsel, lantaran diyakini bahwa partai inilah yang akan membuka jalan berkah terhadap AIA.

“Kami siap memenangkan pak Andi Iwan Darmawan Aras, siap bersinergi dengan PPP. Tentunya dengan arahan – arahan untuk mendaftar secara kahfa di PPP,” terangnya.

Diketahui sebelumnya, Arianto Burhan Makka datang bersama Agussalim Said (Ketua Ansor Makassar), Aiman (Ketua Sapma Pemuda Pancasila), Apri (Bendum Hipmi Sulsel), Awa Ishak Manggabarani (Ketua Tidar Sulsel), dan Ardy Hasanuddin (Sekertaris Hipmi Makassar) serta sejumlah pengurus HIPMI Sulsel dan simpatisan AIA. [NEXT-RASUL]

Ketua DPW PPP Sulsel, Muh Aras menuturkan PPP akan membuka pintu lebar untuk memberikan kesempatan kepada putra – putri terbaik bangsa untuk bertarung di lembaga eksekutif (calon Bupati/Wali Kota).

Terkait soal koalisi di Pilkada Wajo 2018 mendatang, dia meyakini bahwa PKB sebagai satu kesatuan fraksi di DPRD Wajo akan solid dalam mengusung calon Bupati.

“Di Wajo ini PPP cukup seksi, dengan menempatkan 7 anggota DPRD di sana, sementara persyaratan butuh 8 kursi. Jadi ini sangat seksi. Tapi Alhamdulillah Fraksi saya di sana ada PKB yang gabung dengan kita jadi cukup 8 kursi,” ungkapnya.

Ia melanjutkan, dalam proses penjaringan bakal calon yang pihaknya lakukan akan transparan dalam memberikan informasi kepada kandidat. Tentunya, dengan berbagai proses dan berkas yang harus dilengkapi. Selain itu dia menjelaskan soal indikator utama yang harus dilengkapi bakal calon sebelum nantinya benar-benar diberikan rekomemdasi usungan.

“Paling utama indikator untuk menentukan kandidat yang kita usung adalah hasil survei. Dan semua bakal calon wajib untuk melengkapi,” terangnya.

Sementara itu, Wakil Ketua Bidang Pemenangan Pemilu DPW PPP Sulsel wilayah Soppeng, Wajo dan Bone, Andi Nurhidayati berharap, AIA nantinya dapat terus membangun komunikasi dengan PPP. Serta mampu menunjukkan apa yang dimiliki sebagai bakal calon Bupati Wajo yang tentunya didamba-dambakan oleh masyarakat disana.

“Komunikasi bukan hanya sampai disini komunikasi harus berjalan terus. Kami harap nanti AIA dapat memperlihatkan kepada kami hal yang lebih ketimbang bakal calon lain sehingga kami memiliki alasan untuk memberikan dukungan kami,” harapnya.

Pada kesempatan itu juga, dalam proses pendaftaran, tim AIA menyerahkan sebanyak 10 buah Al’Qur’an sebagaimana yang dipersyaratkan oleh DPW PPP Sulsel. Bahkan, Tim AIA mengakui juga akan mewakafkan 750 Al’Quran di Kabupaten Wajo nantinya. (*)

 


div>