RABU , 19 DESEMBER 2018

Solidaritas Masyarakat Bacukiki Masih Terjaga, Karakter ‘Pesse’ Dijunjung’

Reporter:

hur

Editor:

Kamis , 28 April 2016 09:18
Solidaritas Masyarakat Bacukiki Masih Terjaga, Karakter ‘Pesse’ Dijunjung’

Suasana perbincangan antara kelompok konstituen perempuan (KK) Ikhlas bersama pihak kelurahan, kecamatan, dan pihak Mampu YLP2EM di rumah warga Bacukiki, Rabu, (27/4).

PAREPARE, RAKYATSULSEL.COM – Jika saat ini prinsip ‘siapa kau siapa saya’ sudah mulai menjalar dalam kehidupan sosial kemasyarakatan, namun tidak bagi masyarakat di Kelurahan Watang Bacukiki.

Masyarakat yang disebut orang asli di Kota Parepare ini masih memiliki jiwa solidaritas yang cukup tinggi, mempunyai karakter masyarakat Bugis yang disebut ‘pesse’ yang masih dijunjung tinggi. Bagi masyarakat Makassar menyebutnya ‘Pacce’ atau dalam bahasa Indonesia ‘Empati’ atau lebih tepatnya merasakan apa yang dirasakan orang lain (solid).

Salah satu bukti solidaritas masyarakatnya dapat dilihat dari sistem pembagian raskin (beras miskin). Kendati hanya 290 kepala keluarga tidak mampu yang terdaftar sebagai penerima raskin, namun berkat solidaritas dan inisiatif warga, sehingga warga tidak mampu lainnya yang belum terakomodir juga bisa merasakan nikmatnya beras miskin yang sekarang dinamai ‘rastra’ (beras sejahtera).

“Masih ada warga kami yang miskin belum terdaftar sebagai penerima raskin sehingga kami berinisiatif untuk mengikhlaskan separuh jatah kami untuk dibagikan kepada mereka, karena masa kami mau lihat tetangga kami mati kelaparan,” ujar salah satu anggota kelompok konstituen Ikhlas, Dahliah, saat pertemuan dengan pihak kelurahan dan kecamatan dalam diskusi kampung kelompok konstituen yang difasilitasi program Mampu YLP2EM, di salah satu rumah warga Bacukiki, Rabu (27/4).

Ketua Kelompok KK Ikhlas, Rasnah juga mengakui hal yang sama. Menurut Rasnah hal itu sama sekali tidak ada perintah atau instruksi dati kelurahan, namun justru masyarakatlah yang mengusulkan dan berinisiatif membagikan jatah raskin mereka kepada masyarakat lainnya yang juga layak mendapatkan namun belum terakomodir.

“Rata-rata profesi masyarakat di kelurahan ini sebagai petani, tukang ojek, ada tukang batu, oleh karena itu banyak memang yang miskin. Sehingga kami masyarakat murni berinisiatif sendiri agar jatah raskin kami dibagikan kepada warga yang tidak mampu lainnya,” kata Rasnah.

Penanggung jawab program Mampu YLP2EM, Abdul Samad Syam mengapresi jiwa kekeluargaan masyarakat di Kelurahan Watang Bacukiki masih terbilang kental. “Saya kira di Watang Bacukiki sistem kekeluaramgaannya cukup tinggi dan kami mengapresiasi itu,” aku Samad yang dibenarkan pula Koordinator Kegiatan, Andi Enni.

Kendati demikian, dia berharap kelompok kontituen tersebut bisa memfasilitasi dan membina segala persoalan yang terjadi di kalangan warganya, khususnya perempuan miskin. “Persoalan kemiskinan di Watang Bacukiki ini harus diatasi, kita ingin mendorong agar kelompok konstituen dari kelompok perempuan ini dapat mengatasi persoalan ekonomi warga sehingga semua persoalan warga bisa teratasi, termasuk raskin,” ujarnya.

Pihak Mampu dari YLP2EM ini berharap segala permasalahan warga dapat diatasi melalui inisiatif kelompok konstituen yang nantinya dapat dikomunikasikan dengan leading sektor terkait atau melalui anggota DPRD dapil Bacukiki.

Kasi Pemerintahan Kelurahan Watang Bacukiki, Muhammad Suriadi, membenarkan jika persoalan raskin di Watang Bacukiki diberikan murni kepada yang berhak menerima sesuai nama warga yang terdaftar.

“Di Watang Bacukiki ada 290 KK yang menerima, namun pada saat kami terimakan kepada penerima tersebut, ternyata mereka telah berinisiatif membagikan kepada warga yang tidak mampu lainnya yang tidak terdaftar namanya, Alhamdulillah persoalan raskin di kelurahan kami tidak ada masalah,” pungkasnya didampingi staf Kecamatan Bacukiki, Zulkifli.


Tag
div>