MINGGU , 19 AGUSTUS 2018

Solusi Sumarsono untuk Pasar Sentral

Reporter:

Al Amin

Editor:

asharabdullah

Selasa , 08 Mei 2018 13:57
Solusi Sumarsono untuk Pasar Sentral

Soni Sumarsono. (ist)

– Gandeng Polda dan Kodam

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulsel dan Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar terus berupaya untuk mencari solusi terbaik bagi pedagang Pasar Sentral. Rapat koordinasi terus dilakukan bersama seluruh pihak.

Pembangunan New Makassar Mall atau Pasar Sentral pasca kebakaran Mei 2014 silam, mengakibatkan para pedagang yang menjadi korban terpaksa membuka lapak jualan di luar area gedung Pasar Sentral. Untuk itu, Penjabat (Pj) Gubernur Sulsel, Sumarsono, melihat perlu upaya berupa solusi bersama baik untuk para pedagang, pengelola, dan masyarakat umum pengguna jalan.

“Ada pekerjaan yang tersisa, namanya Pasar Sentral. Itu adalah sisi lain dari keindahan Kota Makassar yang berkurang. Satu, kemacetan karena menggunakan bahu jalan,” kata Sumarsono.

Jalan yang digunakan Jalan HOS Cokroaminoto dan KH Agus Salim. Sehingga, mengembalikan fungsi jalan perlu dilakukan dan juga para pedagang tetap bisa berjualan.

“Bagaimana solusinya? Mengembalikan fungsi jalan ke sedia kala. Kedua, bagaimana mengoptimalkan dan memfungsikan Pasar Sentral sekarang bisa optimal karena pedagang masuk ke dalam,” ujarnya.

Di sisi lain, terdapat upaya negosiasi dengan pihak pengelola PT Melati Tunggal Inti Raya (MTIR), yang dinilainya telah mengurangi tuntutan pada pedagang. Proses inilah yang ditekankan Sumarsono untuk dicarikan solusinya oleh Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Makassar, Syamsu Rizal. Relokasi tanpa merugikan banyak pedagang.

Ketiga, membentuk tim promosi agar pedagang yang masuk ke dalam gedung pasar tetap dapat berjualan dan tidak rugi, masyarakat pembeli juga datang membeli.

“Tim promosi tersebut harus bisa meyakinkan banyak pembeli, sehingga pembeli datang ke Pasar Sentral tersebut. Jadi, harus ada cara bagaimana menggerakkan pembeli bisa datang ke Pasar Sentral, terutama pada bulan puasa menjelang lebaran,” jelasnya.

Setelah pedagang pindah, maka jalan tempat mereka berjualan akan dibersihkan. Kemudian dibetonisasi dan diaspal oleh Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Sulsel atau Makassar.

Saat ditanya oleh sejumah awak media, soal Wakil Presiden Jusuf Kalla pernah meminta mantan Gubernur Syahrul Yasin Limpo (SYL) untuk menyelesaikan persoalan ini, Sumarsono mengaku melanjutkan apa yang dilakukan oleh SYL.

“Bukan tidak menyelesaikan, tetapi belum menyelesaikan, karena terbatas pada waktu (purna bakti). Saya-kan harus melanjutkan proses penyelesaian, apa yang kita bicarakan bagian dari kelanjutannya,” imbuhnya.

Penyelesaian permasalahan di pasar kebanggaan masyarakat Indonesia Timur ini, menurutnya, harus dilakukan melalui proses negosiasi dan persuasif. Sehingga, kebaikan semua pihak dapat dicapai.

Mantan Plt Gubernur DKI Jakarta ini juga menekankan, rapat yang dilakukan tidak ada hubunganya dengan politik. Harapannya, agar pedagang dan masyarakat bisa masuk ke dalam.

“Syukur bisa menjelang Ramadan sudah bersih dan diaspal. Sehingga pada saat lebaran, kita menerima kedatangan tamu dan kondisi kota sudah tidak macet, aspal sudah mulus,” harapnya.

Sumarsono mengatakan, menyelesaikan persoalan pasar bukan baru kali ini saja bagi dirinya. Beberapa momen, secara diam-diam dia memantau langsung kondisi Pasar Sentral. “Saya sudah dari sana lihat bagaimana kumuhnya bangunan di sana,” bebernya.

Saat menjabat di Jakarta, Sumarsono menyelesaikan persoalan Pasar Tanah Abang, Pasar Jatinegara, Pasar Kampung Melayu dan Pasar Senen. “Percayalah, pemerintah akan berbuat yang terbaik bagi mereka,” pungkasnya.

Berdasarkan informasi yang diperoleh, Pemprov Sulsel, Kodam XIV Hasanuddin, dan Polda Sulsel serta Pemkot Makassar, sepakat melakukan upaya bersama-sama untuk mengembalikan fungsi jalan.

Setelah bersih, diupayakan para pedagang pindah sendiri. Selama sebulan, akan dijaga oleh Satpol PP baik Pemprov dan Pemkot, selanjutnya dilakukan pengaspalan.

“Dalam proses ini, diharapkan peran serta masyarakat dan pedagang di tempat tersebut agar upaya negosiasi yang ada selama ini bisa berjalan lancar dan sesuai yang diharapkan,” kata Sumarsono. (*)


div>