SENIN , 19 NOVEMBER 2018

Soni Copot Kadis Kesehatan Sulsel

Reporter:

Al Amin

Editor:

asharabdullah

Sabtu , 07 Juli 2018 10:30
Soni Copot Kadis Kesehatan Sulsel

Soni Sumarsono. (ist)

* Angkat Sektretaris Dinas Sebagai Plt

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Penjabat (Pj) Gubernur Sulsel, Soni Sumarsono mengeluarkan Surat Keputusan (SK) pergantian Kepala Dinas Kesehatan Sulsel Rachmat Latief dengan nomor 82142/06/VII dan ditandatangani langsung oleh Soni Sumarsono.

Kepala Dinas Kesehatan Sulsel, Rachmat Latif. (dok. rakyatsulsel)

Sumarsono mengangkat Dr.dr. H.Bachtiar Baso, Mkes dengan jabatan pembina tingkat I,IV/b yang sebelumnya menjabat sebagai sekretaris dinas sebagai Pelaksana Tugas (Plt) terhitung sejak tanggal 02 Juli. Disamping jabatannya sebagai sekretaris pada dinas kesehatan Sulsel. Surat tersebut ditembuskan ke BKD, DPRD Sulsel, BPKD dan Kepala Kantor Regional IV BKN di Makassar.

Hanya saja, Bachtiar yang diangkat menjadi PLT per 02 Juli kemarin statusnya masih dalam proses pemeriksaan kepolisian. Dia diperiksa sebagai saksi terkait indikasi dugaan korupsi rehabilitasi kantor dinas kesehatan dengan kerugian negara hingga Rp8 miliar.

Terkait hal itu, Pj Sekertaris Daerah Provinsi Sulsel, Tautoto Tana Ranggina sekaligus selaku ketua Baperjakat mengatakan memilih siapa saja yang akan menjadi pelaksana tugas merupakan keputusan Gubernur. Namun dalam hal ini alasan alasan menetapkan Bachtiar karena sebagai sekretaris dia lebih mengetahui permasalahan di sebuah dinas.

“Kenapa sekertaris karena mengetahui persis duduk permasalahan yang ada di situ. Itu tergantung Bapak Gubernur, pengisian yang ada yang dibahas baperjakat untuk coba diisi yang kosong,” kata Tautoto, Jum’at (6/7) kemarin.

Ia menambahkan, kasus yang melilit nama Bachtiar itu tidak mengganggu keputusan gubernur dan baperjakat untuk memilihnya sebagai Plt lantaran masih dalam status sebagai saksi.

“Karena baru saksi, karena belum masuk hukum. Tapi namanya pelaksana tugas, besok bisa diganti ji lagi. Sebenarnya otomatis itu sekertaris jadi Plt, karena dia yang kepala sekretariat,” jelasnya.

Sementara itu, Rachmat Latief mengaku memilih beralih fungsi menjadi penjabat fungsional sebagai dokter ahli di Rumah Sakit. Ia juga enggan membeberkan alasan kepindahannya tersebut. “Iya betul, saya beralih jadi dokter ahli per dua Juni seperti isi surat tersebut,” katanya.

Sementara itu, Kepala Badan Kepegawaian Daerah Azhari Radjamilo mengaku pengalihan jabatan adalah permintaan Rachmat Latief sendiri ke Gubernur. “Jadi beliau (Rachmat Latief) memohon ke gubernur kalau per 02 Juli itu dia sudah bukan lagi pejabat struktural tapi pejabat fungsional,” tukasnya.
Seperti diketahui sebelumnya, PJ Gubernur Sulsel Soni Sumarsono berencana melakukan perombakan jabatan di ruang lingkup Pemprov Sulsel. Ia mengatakan tak akan membiarkan jabatan di beberapa OPD lowong dalam waktu lama.

Menurutnya ada dua metode yang bisa dilakukan untuk mengisinya. Bisa dengan menggeser, seperti yang dilakukan saat mengisi jabatan Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi, dan bisa dengan metode lelang jabatan. “Tapi kemungkinan besar di lelang. Jadi siapapun yang memenuhi syarat bisa daftar,” kata Soni.

Ia menambahkan, untuk kekosongan jabatan sementara, tetap harus melalui pertimbangan baperjakat.

Tujuannya, kata dia, agar ditemukan orang tepat dan memiliki kapasitas serta berpengalaman dalam menjabat. Untuk diketahui, sejumlah kepala organisasi perangkat daerah lingkup Pemprov Sulsel tahun ini memasuki masa pensiun, seperti Sekretaris DPRD Sulsel Rizal Saleh. Kemudian, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Andi Murlina, lalu Kepala Dinas Arsip dan Perpustakaan, Abdul Rahman. Ada juga Asisten I, Andi Hery Iskandar. Ditambah yang terakhir, Kepala Dinas Kesehatan. (*)


div>