SABTU , 17 NOVEMBER 2018

Soni Enggan Komentari Progres Stadion Barombong

Reporter:

Al Amin

Editor:

asharabdullah

Rabu , 11 Juli 2018 11:30
Soni Enggan Komentari Progres Stadion Barombong

Soni Sumarsono. (ist)

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Pembangunan Stadion Barombong Makassar terus berlangsung. Saat ini dalam tahap pengerjaan atap. Para pekerja masih mengerjakan material atap dengan proses las kerangka baja.

Namun, hal ini nampaknya tidak mendapatkan perhatian serius dari Penjabat (Pj) Gubernur Sulsel, Soni Sumarsono.

Dirjen Otonomi Daerah Kementerian Dalam Negeri ini, bahkan tak ingin mengomentari pembangununan stadion yang akan menjadi kebanggaan warga Sulsel ini.

Dimana diketahui progres stadion bertaraf internasional ini, pasca ditinggalkan Gubernur Sulsel sebelumnya, Syahrul Yasin Limpo, tidak pernah disentuh Somarsono.

Bahkan, hingga empat bulan lamanya menjabat sebagai Pj Gubernur Sulsel, belum ada langkah strategi untuk menyelesaikan persoalan Stadion Barombong. Padahal, kelanjutannya sangat membutuhkan dukungan finansial dan perhatian Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulsel.

Sementara, Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) Stadion Barombong, Muchlis Mallarangeng, Selasa (10/7), menuturkan, progres Stadion Barombong ini, sisa menunggu penyelesaian atap.

Namun, untuk informasi penyelesaian hingga berapa persen masih harus menunggu laporan dari tim pelaksana dalam hal ini kontraktor pekerjaan.

“Sementara kerja perakitan atap. Dilas di dalam, untuk progresnya nanti hari Jumat baru dijelaskan,” katanya.

Muchlis memaparkan, untuk menerapkan berapa persen progres pengerjaannya, butuh beberapa tahapam proses dan koordinasi laporan, sehingga akan mengumpulkan seluruh elemen terkait dalam rapat, Jumat (13/7) mendatang.

“Sekarang ini belum ketemu cara menilai progresnya, karena ini ada semacam material omzet yang belum jelas cara menghitungnya. Laporan pengawas kemarin bilang sudah 14 persen, tapi itu belum pasti karena menunggu hitungan dari tim teknis dengan konsultan, dan beberapa unsur lain,” ulasnya.

Muchlis menambahkan, setiap divisi akan membuat hitungan progres untuk menentuka titik temunya. Penghitungan kali ini jelas dia lebih rumit dari tahun sebelumnya.

“Dulu itu yang jelas selesai berapa titik sudah bisa ditahu berapa progresnya, nah sekarang ada dalam bentuk penghitungan proses. Proses pemesanan barang, proses pengiriman barang, proses penerimaan barang, proses pengerjaan barang,” katanya.

Muchis mengatakan, proses penghitungan progresnya dilakukan dengan melihat jumlah anggaran yang digelontorkan, karena pihaknya tidak ingin mengambil resiko apabila berbeda antara progres dengan jumlah anggaran yang keluar.

“Kami dari tim PPTK tidak mau mengambil resiko terhadap pengadaan barang itu, kalau tidak ada kesepakatan bersama untuk keluarkan dananya,” ujar Muchlis.

Jalur pencairan anggaran, yakni ditetapkan dan dibuat pelaksana proyek, kemudian disetujui konsultan pengawas, disetujui tim teknis, diketahui PPTK, dan selanjutnya disetujui PPK. “Baru bisa ditetapkan untuk bisa review pencairan dananya, berdasarkan progres,” jelasnya.

Kesiapan dana yang ada sangat mempuni, yakni sekira Rp234 miliar. Yang diusulkan ke Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) sekira Rp110 miliar dan APBD Rp124 miliar.

“Dananya ada, untuk berapa jumlah uang harus disiapkan itu tergantung fisiknya,” papar Muchlis. (*)


div>