JUMAT , 21 SEPTEMBER 2018

Soni Sumarsono Kunjungi PLTB Sidrap

Reporter:

Al Amin

Editor:

Lukman

Minggu , 03 Juni 2018 19:20
Soni Sumarsono Kunjungi PLTB Sidrap

Penjabat Gubernur Sulawesi Selatan, Soni Sumarsono, saat meninjau proyek pembangkit listrik tenaga bayu/angin (PLTB) di Kabupaten Sidrap, Sabtu (2/6).

SIDRAP, RAKYATSULSEL.COM – Penjabat Gubernur Sulawesi Selatan, Soni Sumarsono meninjau proyek pembangkit listrik tenaga bayu/angin (PLTB) di Kabupaten Sidrap, Sabtu (2/6). Proyek ini sendiri sudah beroperasi selama tiga bulan.

Dalam kunjungan pertama kali ini, Sumarsono didampingi Kepala Dinas ESDM Sulsel Gunawan Palaguna, Kepala Bappeda Sulsel Jufri Rahman, Sekda Sidrap Sudirman Bungi, dan beberapa pimpinan SKPD lingkup Pemda Sidrap.

Terdapat 30 unit kincir angin dengan kapasitas masing-masing 2,5 megawatt dengan total 75 megawatt. Dan setiap turbin dipasang di menara baja 80 meter. Jumlah rumah tangga yang dialiri listrik kurang lebih 100.000.

Sumarsono juga meninjau Wing Turbin Generator (WTB) 24, yang lokasinya masih sama. Ia mengatakan bahwa beroperasinya PLTB ini adalah salah satu bukti proyek nasional di Indonesia yang ada di Sulsel berhasil dan diharapkan juga demikian dengan proyek-proyek lainnya.

“Ini adalah proyek pertama untuk pembangkit listrik tenaga bayu,” kata Sumarsono.

Selain itu, setelah melakukan observasi dari sistem yang ada dan fakta lapangan, Sumarsono menilai proyek ini menjadi daya dongkrak terhadap kinerja pemerintah saat ini.

Terkait wacana PLTB Sidrap tahap dua, Sumarsono mengaku peluang itu sangat besar untuk dihadirkan. Tahap dua tersebut dalam laporannya mampu menghadirkan daya listrik sekitar 50 megawatt.

Saat ini PLTB Sidrap sudah menghasilkan listrik hingga sekitar, 67 mw dengan produksi maksimal 75 mw.

“Ini betul-betul bisa dijaga dan bisa memberikan dampak pada masyarakat lokal dan juga pada pemerintah daerah, kombinasi ini yang diharapkan menjadi strategi investasi pengembangan energi,” ujarnya.

Selanjutnya, hadirnya PLTB ini bisa menjadi ikon baru bagi Sidrap dan menjadi destinasi wisata. Ada rencana induk pariwisata daerah, lalu detail kawasan, termasuk misalanya penempatan UKM, parkir dan toilet.

“Rencana detail itu harus dibahas bersama perusahaan sehingga tidak menganggu secara sepasial karena ada beberapa daerah yang terlarang untuk dimasuki,” sebutnya.

Pihak perusahaan sendiri juga saat ini sedang mendisain rencana tersebut, termasuk dengan menyiapkan mobil tersendiri menuju ke lokasi kincir angin.

Yang juga perlu menjadi perhatian serius adalah distribusi listrik dari pembangkit ini ke PLN kemudian ke konsumen. Untuk itu komitmen antara PLN dan pemda dibahas secara detail. (*)


div>