RABU , 19 SEPTEMBER 2018

Sopir Angkutan Umum Batal Mogok

Reporter:

Editor:

doelbeckz

Kamis , 27 April 2017 12:13
Sopir Angkutan Umum Batal Mogok

Ilustrasi. foto: dok rakyatsulsel.

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Aliansi Masyarakat Moda Transportasi Indonesia (AMMTI) Sulsel telah menyebar selebaran surat himbauan kepada seluruh masyarakat pengemudi taksi, angkutan kota, hingga becak motor (bentor) melakukan mogok beroperasi, Kamis (27/4).

Aksi mogok ini sebagai bentuk penolakan taksi online beroperasi di Makassar tanpa payung aturan yang jelas. Rencananya, aksi unjukrasa juga akan dilakukan di akan depan kantor Gubernur Sulsel.

Ketua AMMTI, Burhanuddin saat dikomfirmasi mengakui pihaknya mengeluarkan surat edaran sejak, Selasa (25/4) lalu. Namun dirinya belum bisa memastikan apakah aksi tersebut akan digelar.

“Kemarin (Selasa) memang edarannya sudah disebarkan cuma, ada kontroversi. Sementara akan kami bicarakan juga di rapat internal. Jadi belum fix rencana mogoknya,” kata Burhanuddin, diberitakan Rakyat Sulsel, Kamis (27/4).

Menurutnya, ada beberapa perbedaan pendapat di internal AMMTI terkait rencana aksi tersebut. “Karena ada beberapa kontroversi antara beberapa angkutan, dan itu kita mau clear-kan dulu persoalan itu. Supaya bisa dihindari hal-hal yang tidak diinginkan,” ucapnya.

Dijelaskan, dalam rencana aksi tersebut, pihaknya mendesak Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo segera menetapkan regulasi yang mengatur tentang tarif dan kuota taksi online dan menerbitkan aturan tentang tarif dan kuota taksi online.

Hal tersebut guna menindaklanjuti revisi Peraturan Menteri Perhubungan (Permenhub) Nomor 32 Tahun 2016 yang disahkan menjadi Permenhub Nomor 26 Tahun 2017 yang mengatur keberadaaan taksi online.

[NEXT-RASUL]

“Sampai saat ini, belum ada kejelasan dari gubernur. Kami memang sangat mengharapkan gubernur segera mengeluarkan kebijakan terkait aturan taksi online, khususnya mengenai tarif dan kuota. Harusnya kan ada pergub atau minimal SK Gubernur. Problem ini harus cepat diselesaikan,” ujarnya.

Dirinya juga menyebutkan, regulasi tarif dan kuota taksi online perlu diketahui,agar keberadaan angkutan konvensional tetap bisa bertahan.

“Yang paling merasakan dampak taksi online itu sopir taksi dan usaha rental. Contohnya untuk sopir taksi, dulu per hari bisa dapat Rp200 ribu belum termasuk potongan setoran. Tapi, sekarang biasanya tinggal dapat Rp50 ribu. Kalau begitu terus, sulit bagi angkutan konvensional untuk terus bertahan,” ungkapnya. (***)


div>