JUMAT , 25 MEI 2018

Sopir Bandara Demo Angkasa Pura I

Reporter:

Editor:

rakyat-admin

Sabtu , 29 September 2012 09:49
Sopir Bandara Demo Angkasa Pura I

Sopir taksi bandara yang tergabung dalam Asosiasi Pengemudi Bandara Internasional Hasanuddin unjuk rasa di Kantor PT Angkasa Pura I, kemarin.

Sopir taksi bandara yang tergabung dalam Asosiasi Pengemudi Bandara Internasional Hasanuddin unjuk rasa di Kantor PT Angkasa Pura I, kemarin.

MAROS-Ratusan sopir yang tergabung dalam Asosiasi Pengemudi Bandara Internasional Hasanuddin menggelar unjuk rasa di kantor PT Angkasa Pura I, di Bandara Lama Sultan Hasanuddin (28/9). Kedatangan para sopir terkait penolakan terhadap kebijakan PT Angkasa Pura I dan Dinas Perhubungan yang dinilai sewenang-wenang memberikan izin kepada operator taxi lain berdasarkan loopektor (jumlah kendaraan lebih tinggi dari penumpang).

Ratusan sopir taxi bandara yang mengatasnamakan Asosiasi Pengemudi Bandara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar-Maros mendatangi kantor PT Angkasa Pura I, Jl Bandara Lama Sultan Hasanuddin, Maros, Jumat (28/9). Dengan membawa serta taxi mereka para sopir berunjuk rasa di depan kantor dan menyuarakan tuntutan yang sudah lama terkuak serta PT Angkasa Pura dianggap tidak menjalankan kesepakatan dengan standar operation prosedur (SOP) tahun 2008 yang sudah disepakati bersama.

Mereka juga menilai janji yang diberikan Angkasa Pura kepada operator Kopsidara sebanyak empat ret, namun yang terealisasi hanya satu sampai tiga ret sehari. Angkasa Pura pun berencana memindahkan tempat parkir Kopsidara sehingga memberikan kesempatan pada taksi liar untuk beroperasi.

Ketua Asosiasi Pengemudi Bandara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar-Maros, Abdullah Wello, menuntut SOP tahun 2008 kembali ditegakkan. Penutupan loket yang berada di dalam area terminal kedatangan agar digelar kembali, menghapuskan argo yang berlaku serta menegakkan tarif zona. “Kami sudah tiga kali datang ke kantor ini tapi tidak pernah mendapatkan solusi yang tepat. Kalau loket ditutup tentunya akan mempengaruhi pendapatan kami. Belum lagi ada operator yang sudah empat tahun beroperasi tapi masih berpelat hitam. Itu kan namanya pembiaran yang akan mempengaruhi pendapatan kami, dan pelat hitam juga melanggar Undang Undang No 22 pasal 4,” tegasnya, kemarin.

Senada dengan Abdulah Wello, perwakilan operator taxi Anugerah Karya, Muhammad Arif mengatakan saat ini di kawasan bandara terdapat 21 operator taxi yang beroperasi. Sedangkan sesuai putusan perkara No 18 Tahun 2009 yang berlaku di Komisi Pengawasan Persaingan Usaha (KPPU) yakni tidak menambah operator baru tapi operator lama yang resmi dapat menambah armada taksinya. “Tapi yang terjadi di lapangan sama sekali berbeda. Awalnya saya dan beberapa pemilik operator akan menampung aspirasi para sopir tapi lama kelamaan hal ini tidak dapat dibendung lagi. Maka tumpahlah mereka hari ini,” jelasnya.

Selain Asosiasi Pengemudi, kata dia, aksi tersebut juga melibatkan organisasi mahasiswa dan LSM.

Sementaraitu, Pelaksana Tugas General Manager PT Angkasa Pura I, M Faisal, dihapapan para supir, mengatakan melonjaknya operator taxi di bandara karena tuntutan yang diemban pihaknya. Apalagi di era persaingan saat ini agar keran operator dapat lebih dibuka. Namun dibukanya kesempatan bagi operator lainnya ini, kata dia, juga dibarengi evaluasi kuota suatu operator.

Pihak Angkasa Pura I mengaku telah membentuk tim yang terdiri atas unsur Dinas Perhubungan, Organda dan perwakilan pengusaha taxi agar para operator tidak berlaku semena mena. “Masalah taxi ini bukan masalah baru, sudah banyak aspirasi yang masuk namun kami masih mencari jalan terbaik agar semua pihak merasa tidak dirugikan,” jelasnya. Faisal terlihat berkali-kali emosi saat beradu argumen dengan  perwakilan sopir. Terkait rencana pembangunan hotel bandara, Faisal kembali naik pitam.”Tidak usah singgung soal hotel, itu bukan urusan kamu. Masalah ini kami yang atur jadi bapak harus tunduk dengan aturan kami,” tegasnya. (K5/D)


Tag
div>