SABTU , 22 SEPTEMBER 2018

Sopir Dodi Menghembuskan Napas Terakhir di Rumah Sakit

Reporter:

Editor:

doelbeckz

Rabu , 28 Desember 2016 10:51
Sopir Dodi Menghembuskan Napas Terakhir di Rumah Sakit

Suasana evakuasi korban perampokan yang disertai pembunuhan sadis di Pulomas, Pulogadung, Jakarta Timur, kemarin. foto: jawa pos.

JAKARTA – Nyawa Tasrok yang biasa bertugas sebagai sopir Dodi Triono tidak tertolong. Tasrok adalah satu dari enam korban pembunuhan sadis di Jalan Pulomas Utara, Kelurahan Kayu Putih, Kecamatan Pulo Gadung, Jakarta Timur.

Ketika petugas kepolisian masuk ke rumah Dodi sekira pukul 10.00 kemarin, Tasrok ditemukan masih bernapas. Dia bersama Zanette dan empat korban selamat lain pun segera dibawa ke Rumah Sakit Kartika Pulomas.

Namun, di tengah jalan Tasrok meregang nyawa. Dia tidak kuasa menahan sakit lantaran berjam-jam disekap di dalam kamar mandi berukuran dua meter persegi bersama sepuluh korban lainnya. “Saya sampai (di rumah Dodi) baru dibuka polisi,” ucap Endah, 29.

Warga yang tinggal di bilangan Rawamangun itu tidak lain adalah isteri Tasrok. Berdasar penuturan Endah, Tasrok memang jarang pulang. Sebab, dia selalu menginap di rumah Dodi. Sekitar pukul 17.00 pada hari kejadian, dia sempat menghubungi suaminya.

Namun, nomor telepon seluler (ponsel) pria berusia 40 tahun itu sudah tidak aktif. Pikir Endah, Tasrok tengah diajak majikannya ke luar rumah. Namun, sampai kemarin pagi tidak kunjung ada kabar dari Tasrok.

Lantaran tidak enak hati, dia bergegas bertolak ke tempat kerja suaminya. “Saya datang ternyata sudah ramai,” ungkap Endah.

Meski tidak terucap, sorot mata Endah menunjukan kesedihan mendalam. Dia hanya bisa pasrah dan berdoa yang terbaiki untuk suami tercinta. Ketika jenazah Tasrok dipindahkan dari Rumah Sakit Kartika Pulomas ke Rumah Sakit Polri di Kramat Jati, dia turut serta.

[NEXT-RASUL]

Kapolres Metro Jakarta Timur Kombes Pol Agung Budiono yang menyempatkan diri menengok lima korban selamat mengungkapkan, pihaknya masih mendalami dugaan perampokan itu. Berkaitan dengan kondisi seluruh korban selamat, dia tidak bisa banyak komentar.

“Semua (korban selamat) masih dalam proses pemulihan,” ungkapnya. Sehingga dia dan anak buahnya belum bisa memintai keterangan. “Jadi, kami belum bisa lakukan komunikasi,” kata dia tegas.

Yang paling penting, ucap pria yang akrab dipanggil Agung itu, mereka segera pulih. “Mereka siap dulu, sehat dulu. Baru kami lakukan komunikasi,” jelas dia. (jpg)


div>