SENIN , 17 DESEMBER 2018

Sosialisasi Kenotariatan di Parepare, Taufan Pawe: Masyarakat Butuh Notaris

Reporter:

Niar

Editor:

Kamis , 12 Juli 2018 20:51
Sosialisasi Kenotariatan di Parepare, Taufan Pawe: Masyarakat Butuh Notaris

int

PAREPARE, RAKSUL.COM– Walikota Parepare,  HM Taufan Pawe membuka sosialisasi Kenotariatan MPDN, untuk wilayah Kota Parepare dan sekitarnya.

Kegiatan berlangsung di Hotel Bukit Kenari, Kota Parepare, Kamis, 12 Juli 2018.

Kegiatan dihadiri langsung Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Provinsi Sulawesi Selatan. Puluhan peserta sosialisasi mengikuti kegiatan ini.

Wali Kota Taufan Pawe menyampaikan apresiasi dilaksanakannya kegiatan ini.
Taufan juga berterima kasih kepada seluruh pihak yang hadir termasuk Ikatan Asosiasi Notaris se-provinsi Sulawesi Selatan.

Menurut Taufan Pawe, acara ini merupakan bahagian dari upaya peningkatan peradaban.

“Ini adalah bahagian dari kemajuan peradaban, bukan hanya di Parepare saja melainkan seluruh wilayah sekitarnya. Kami apresiasi kegiatan ini,” terang wali kota bergelar doktor hukum ini.

Menurut Taufan Pawe, notaris dan pemerintah daerah harus bersinergi, berkolaborasi demi pelayanan yang baik terhadap masyarakat.

“Masyarakat butuh notaris. Makanya kita ingin berkolaborasi dalam memberikan pelayanan terhadap masyarakat. Masyarakat harus paham juga dengan profesi notaris,” harap Taufan Pawe.

Keberdaan notaris di Parepare, kata dia, sangat dibutuhkan. Sebagai mitra pemerintah kota, Taufan Pawe berharap sinergitas dengan notaris betul-betul dapat ditunjukkan.

“Kemitraan ini harus ditonjolkan demi menjalankan tanggungjawab memberikan layanan hukum terhadap masyarakat,” pinta Taufan Pawe.

Sementara Kepala Kantor Wilayah Kementerian hukum dan HAM Sulsel, Imam Suyudi, mengungkapkan,  sosialisasi bertujuan untuk mengoptimalkan penggunaan perangkat digital. Meningkatkan pelayanan prima soal hukum ke masyarakat.

“Tujuannya jelas, untuk melakukan pembinaan dan pengawasan terhadap notaris. Kita berharap upaya untuk meningkat pelayanan terhadap masyarakat  menyangkut Kenotariatan harus teliti dan hati-hati,” harap Imam Suyudi. (*)


div>