RABU , 21 NOVEMBER 2018

Sosialisasi Pencegahan Kebutaan pada Anak, Wabup Bantaeng Imbau Deteksi Dini

Reporter:

Jejeth Aprianto

Editor:

Iskanto

Kamis , 08 November 2018 12:18
Sosialisasi Pencegahan Kebutaan pada Anak, Wabup Bantaeng Imbau Deteksi Dini

Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bantaeng menggelar Sosialisasi Program Pencegahan Penyebab dan Konsekuensi Kebutaan pada Anak di Hotel Ahriani Bantaeng, Rabu (7/11).

BANTAENG, RAKYATSULSEL.COM – Gerakan pencegahan kebutaan terus digalakkan di Kabupaten Bantaeng dengan melaksanakan serangkaian sosialisasi.
Hal ini menjadi penting sebagai upaya meminimalisir angka kebutaan khususnya pada anak.

Untuk itu, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bantaeng menggelar Sosialisasi Program Pencegahan Penyebab dan Konsekuensi Kebutaan pada Anak bekerjasama dengan Helen Keller Internasional (HKI) dan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Republik Indonesia (RI).

Kegiatan yang berlangsung di Hotel Ahriani Bantaeng, Rabu (7/11) itu dibuka secara resmi Wakil Bupati Bantaeng, Sahabuddin.

Pada kesempatan sama, turut hadir Senior Program Coordinator HKI, Wardhana Dipa, Kadis Kesehatan Kabupaten Bantaeng, dr. Andi Ichsan serta beberapa Kepala OPD dan sejumlah dokter.

Wabup Bantaeng mengatakan mata ialah alat penting bagi setiap insan. Pasalnya, kata dia, Gangguan penglihatan dapat menyerang siapa saja tanpa memandang usia.
“Oleh karenanya, masyarakat perlu memahami bagaimana caranya untuk mencegah dan mengendalikannya,” ujar Sahabuddin.

Sementara, melalui sambutan tertulis Bupati Bantaeng yang sampaikan oleh wabub Bantaeng, Bupati begitu mengapresiasi atas dipilihnya sebagai salah satu Lokus HKI dalam rangka menyelaraskan rencana kerja Pemerintah Kabupaten Bantaeng.

Selain di Kabupaten Bantaeng juga dihelat di 10 daerah lainnya di SulSel yakni Sinjai, Pinrang, Sidrap, Takalar, Jeneponto, Maros, Pangkep, Barru, Soppeng dan Wajo.

Saat ini angka gangguan penglihatan terus meningkat tajam. Data UNICEF menunjukkan kebutaan pada anak mencapai 1,4 juta jiwa di dunia.

Tidak hanya itu, bahkan balita masuk dalam jajaran usia paling resisten terhadap gangguan dan konsekuensi kebutaan. Sehingga, Wabup Bantaeng menghimbau agar sosialisasi ini berkelanjutan untuk mendeteksi lebih dini terjadinya kebutaan.

“Sosialisasi ini lebih dititik beratkan untuk menjalin sinergitas antara Dinas Kesehatan sebagai leading sektor dengan OPD lainnya. Sasarannya, agar dapat teridentifikasi sumber daya kesehatan terhadap penanggulangan kebutaan pada anak di daerah ini,” sambungnya.


div>