KAMIS , 15 NOVEMBER 2018

Sosok Kartini di Mata Erna Rasyid Taufan

Reporter:

Editor:

Lukman

Sabtu , 21 April 2018 09:50
Sosok Kartini di Mata Erna Rasyid Taufan

int

– Erna Taufan: Kemajuan Kota, Juga Ditentukan Peran Perempuan

PAREPARE, RAKSUL.COM-Erna Rasyid Taufan mengaku mengidolakan sosok Raden Ajeng Kartini. Pahlawan nasional ini menjadi inspirasi religius baginya.

“Beliau (Kartini, red.) adalah sosok inspirasi yang religius. Tanpa mengenyampingkan tokoh-tokoh wanita yang lainnya, semisal Cut Nyak Dien dan Dewi Satria. Beliau-beliau adalah perempuan-perempuan yang hebat pada zamannya,” tulis Erna yang juga mengulas tentang karakter religiutas yang dimiliki Kartini saat meminta ulama menerjemahkan surah Al-fatihah ke dalam Bahasa Jawa, Sabtu, (21/4/2018).

Tak hanya sosok religius Kartini yang menjadi inspirasinya, ia pun terinspirasi dengan kegigihan Kartini dalam memperjuangkan emansipasi perempuan.

Kartini kata Erna, dikenal sebagai wanita yang mempelopori kesetaraan derajat antara wanita dan pria di Indonesia. Hal itu dimulai ketika Kartini merasakan banyaknya diskriminasi yang terjadi antara pria dan wanita pada masa itu. Pasalnya beberapa perempuan tidak diperbolehkan mengenyam pendidikan tinggi.

Anak pertama dari 12 bersaudara ini mengaku kagum dengan Raden Ajeng Kartini yang merupakan anak kelima dari 11 bersaudara dari pasangan Raden Mas Adipati Ario Sosroningrat dan M.A Ngasirah.

“Kartini adalah sosok yang sangat menjunjung tinggi ilmu pendidikan dan pengetahuan. Dia sangat gemar membaca dan menulis,” lanjut putri purnawirawan TNI ini.

Di hari Kartini yang diperingati setiap 21 April, Istri calon Wali Kota Parepare Taufan Pawe ini berharap, para perempuan Indonesia, khususnya Parepare meneruskan perjuangan Kartini, dengan terus menimba ilmu, baik pengetahuan umum, maupun ilmu agama.

“Selamat hari Kartini buat semua perempuan hebat di Indonesia, khususnya Parepare. Mari kita teruskan perjuangan beliau, dengan cara mengisi hal bermanfaat untuk kota kita karena kemajuan kota kita juga ditentukan oleh peran kaum perempuan,” tutup Erna. (*)


div>