MINGGU , 22 JULI 2018

South Sulawesi Tourism Trade and Investment Fair Diluncurkan

Reporter:

Editor:

Azis Kuba

Kamis , 28 Januari 2016 20:38

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – South Sulawesi Tourism Trade and Investment Fair resmi di launching. Even yang diselenggarakan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Sulsel bekerjasama dengan Promo Lintas Mediatama (Prolima) ini rencanana akan digelar di Grand Rinra Hotel, Makassar, 22 – 25 September 2016.

Direktur Utama EO Prolima Basri Ahmad mengatakan, South Sulawesi Tourism Trade and Investment Fair merupakan even pertama di Sulsel yang menggabungkan tiga sektor, yakni pariwisata, perdagangan, dan investasi.

“Pameran ini berskala nasional. Sedikitnya kita siapkan 120 stan dimana pesertanya terdiri dari SKPD yang membidangi pariwisata, industri dan perdagangan, investasi, BUMN/perbankan, perusahaan lokal dan multi nasional, koperasi/UMKM, serta asosiasi usaha dan profesi yang ada di seluruh provinsi di Indonesia,” kata Basri disela-sela lounching di Trans Studio, Makassar, Kamis (28/1).

Menurut Basri, pameran tersebut digelar dalam rangka menghadapi Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) 2016, sekaligus mendorong akselerasi terciptanya peluang bisnis dan investasi di Sulsel.

“Diharapkan even ini menjadi sarana promosi strategis yang dapat meningkatkan promosi produk-produk Indonesia khususnya Sulsel dalam menghadapi MEA,” ujarnya.

Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Sulsel, Zulkarnaen Arif mengaku mengapresiasi even South Sulawesi Tourism Trade and Investment Fair yang digagas Disbudpar Sulsel bekerjasam dengan Prolima.
Zulkarnaen menyebutkan, Kadin membutuhkan kegiatan yang sifatnya promosi dengan skala besar. Apalagi kata dia, selama ini, promosi produk-produk Sulsel hanya dalam skala kecil.

“Kita harapkan seluruh SKPD terkait yang menyangkut kepariwisataan ikut terlibat dan ada kejelasan. Begitu pun dengan perbankan dan perusahaan-perusahaan swasta yang memang membutuhkan promosi besar-besaran,” jelasnya.

Dirinya menambahkan, di Sulsel khususnya Makassar memiliki banyak sekali potensi baik pariwisata maupun industri yang bisa dipromosikan. Sehingga even nanti kata dia produk tersebut harus benar-benar dipromosikan dengan baik, sebab jika tidak maka akan tertinggal.

“Apalagi pariwisata yang memegang peran penting dengan pemasukan devisa buat daerah. Saya berharap ada even-even seperti ini yang kreatif dengan skala nasional dan kalau perlu internasional. Dan tentunya pelaksanaannya harus kita dong,” kata Zulkarnaen.

Sementara Kepala Bidang Pemasaran Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Sulsel, Devo Khadafi megatakan pertumbuhan ekonomi di Sulsel bukan cuma dari sektor pariwisatanya, melainkan dari industri dan perdagangan. Dan pertumbuhan ekonomi di Sulsel selalu di atas rata nasional bahkan tertinggi di Indonesia.

“Sehingga tugas kita mensukseskan dan menjadikan even ini sebagai kalender tahunan. Kita berharap tahun 2016 menjadi langkah strategis pemasaran bersama, baik itu pemerintah daerah dengan perusahaan swasta. Kita sudah merancang konsep pemasaran bersama. Ini yang kita harapkan kedepan bisa jalan bersama untuk promosi potensi yang ada di Sulsel,” ujar Devo.

Terkait even South Sulawesi Tourism Trade and Investment Fair, lanjut Deva, acara tersebut tentunya berbeda dengan sebelum-sebelumnya. Karena selama ini SKPD jalan masing masing dalam mempromosikan produknya.

“Sehingga even ini sangat bagus karena memberikan wadah untuk melakukan promosi bersama. Target kita buka pada besarnya profit yang masuk, melainkan pada citra produk kita. Pemerintah daerah tentunya akan mendukung. Dan kalau kegiatan ini sukses maka akan kita jadikan kalender tahunan di Sulsel dengan skala yang lebih besar,” tegasnya.


div>