RABU , 13 DESEMBER 2017

Spiritual Journey

Reporter:

Editor:

Lukman

Selasa , 21 November 2017 08:15
Spiritual Journey

Akbar Endra

KITA pernah hadir bersama dalam jamaah Tasawuf, termenung bersama dan bersyahadat bersama.. “Siapa yang mengenal dirinya, maka dia akan mengenal siapa Tuhannya!” Teriak sang Guru dengan sound system berkekuatan 20 ribu watt.

Perlahan, para jamaah melantungkan dengan lembut dzikir Asmaul Husna hingga air mata meleleh, jatuh ke pipi. Kau genggam tanganku.

“Wahai hamba-hamba Allah, di dalam dirimu tidakkah engkau memperhatikannya?” Sang Guru berulang-ulang mengucapkan FirmanNya. Kita berdzikir Asmaul Husna dengan khusyuk.

Ada beberapa kawan kita tersungkur. Dan kau, matamu bengkak. Lalu kau peluk aku dan berujar, “I Love you so much because i love my Good!” Kau cium pipiku.

Istriku, itulah bahagia yang sesungguhnya. Ketika kita sadar, bahwa manusia itu berasal dari ruh yang satu, maka yakinlah bahwa kita semua adalah hamba yang tercerai berai tapi satu dalam ruh yang sama.

Masih ingatkah kau, ketika kita bertawaf, berputar mengelilingi ka’bah, bersama menyeruduk menghampiri hajar aswad, mencium dan menjilati batu dari surga itu. Sungguh itulah bahagia yang hakiki. Kita memantapkan hati bersama, bahwa Tiada Tuhan Selain Allah SWT.

Masih segar dalam ingatan, ketika kita naik bersama ke bukit Safa lalu berlari-lari bersama-sama ke bukit Marwah, kau selalu ingin menggengam tanganku sambil berdzikir dan berdoa. Diantara Safa dan Marwah, usai melakukan sai, kita minum air samsam dan membasuh wajah kita dengan air samsam itu.

Kita berjalan bersama sambil kau genggam tanganku. Seolah kau selalu ingin di sisiku.
Tahukah kau, malam ini rasanya bergelora rinduku ingin ke sana, ke Baitullah!. (**)


Tag
  • akbar endra
  •  
    div>