KAMIS , 22 NOVEMBER 2018

Sri Rahmi “Pasrah” Jika Didorong Kosong Dua

Reporter:

Editor:

Lukman

Sabtu , 19 Agustus 2017 09:00
Sri Rahmi “Pasrah” Jika Didorong Kosong Dua

Sri Rahmi, foto: mdfajar/rakyatsulsel,

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Sri Rahmi mengisyaratkan siap menjadi pendamping wali kota petahana, Moh Ramdhan “Danny” Pomanto pada Pemilihan Wali Kota (Pilwalkot) Makassar tahun 2018 mendatang.

Dia mengaku siap di posisi 02 (wakil wali kota), jika hal tersebut menjadi kehendak partainya. “Sebagai kader PKS harus siap diposisikan sebagai 01 atau 02. Saya pribadi menyerahkan sepenuhnya ke partai,” ujar Bunda–sapaan akrab Sri Rahmi.

Saat ditanya soal komunikasi dengan Danny, ia menjawab diplomatis. Bunda mengaku intens membangun komunikasi dengan semua bakal calon tanpa sekat. Perihal lobi-lobi arah kebijakan PKS dalam mengusung kandidat, dia menyerahkan sepenuhnya kepada struktur partai.

“Komunikasi PKS dengan Danny Pomanto intens. Saya ini kader PKS, saya tidak mau melampaui kewenangan partai. PKS punya mekanisme yang mengikat kadernya. Semua harus tunduk pada mekanisme itu,” terangnya.

Hanya memang hingga saat ini, politisi perempuan ini tidak ingin telalu dini untuk berputus asah. Dia tetap membidik posisi 01 (calon wali kota). Hal ini bukan tanpa alasan, PKS yang mengontrol 5 kursi di parlemen menjadi modal utamanya.

Sebelumnya, Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) PKS Sulsel, Irwan ST mengatakan bahwa PKS tidak akan selalu memaksakan untuk mengusung kader. Meski pada dasarnya, telah mendorong kader untuk melakukan sosialisasi, namun untuk mengusung calon wali kota akan tetap merujuk pada beberapa pertimbangan, khususnya hasil simulasi survei. [NEXT-RASUL]

“Kita lebih realistis dengan peta sekarang, kita cenderung mendorong kandidat internal untuk menjadi pendamping cawali,” ungkap Irwan ST.

Legislator DPRD Makassar ini mengatakan, tetap mendorong dan memberikan kesempatan bagi kader untuk tetap melakukan sosialisasi. Diketahui, ada 3 kader PKS yang senter disebut-sebut akan bertarung pada hajatan politik lima tahunan itu, mereka adalah Iqbal Djalil, Mudzakkir Ali Djamil dan Sri Rahmi.

Dijelaskan juga, bahwa hingga saat ini, pembahasan calon Wali Kota Makassar di DPW masih sangat dinamis.

“Kita tetap mendorong kader untuk bersosialisasi. Nanti kita survei, siapa yang memiliki peluang yang besar maka itu yang akan kita dorong. Jika PKS sudah menentukan usungan, maka kader harus wajib menyatukan arah dukungan,” tuturnya. (*)


div>