JUMAT , 21 SEPTEMBER 2018

Stadion Barombong Tak Rampung Tepat Waktu

Reporter:

Al Amin

Editor:

asharabdullah

Rabu , 27 Desember 2017 11:01
Stadion Barombong Tak Rampung Tepat Waktu

STADION BAROMBONG. Progres pembangunan Stadion Barombong per 26 Desember 2017 baru mencapai 70 persen lebih. Kontraktor pelaksana meminta tambahan waktu sebulan dari kontrak penyelesaian pekerjaan yang seharusnya rampung 31 Desember 2017. SUGIHARTONO/RAKYAT SULSEL.

– Jembatan Tello Bebas Macet Sebelum “Countdown” Pergantian Tahun

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Sejumlah proyek ditarget rampung sebelum 31 Desember nanti. Termasuk Stadion Barombong dan Jembatan Tello, yang kontrak kerjanya berakhir 31 Desember 2017.

Penjabat Pembuat Komitmen (PPK) Stadion Barombong, Muchlis Mallajareng, mengatakan, hingga saat ini progresnya mencapai 70,13 persen. Target itu menyelesaikan tribun selatan dan barat.

“Sesuai surat dari Sekda, kita akan rapat lagi apa langkah dan upaya yang dilakukan, itu nanti kita sepakati bersama. Progres sekarang sudah mencapai 70,13 persen itu sesuai laporan kami saat rapat di TP4D kemarin,” kata Muchlis, Selasa (26/12).

Selebihnya, kata Muchlis, menunggu finishing untuk dua tribun tersebut. “Sisa konsentrasi pada konstruksi tribun saja, terutama tempat duduk beton. Kalau soal atapnya, nanti 2018 baru direncanakan lagi pemasangannya,” ungkapnya.

Upaya untuk mencapai target penyelesaian proyek tersebut, pihaknya terus berkoordinasi dengan semua pihak terkait melalui rapat.”Pokoknya dikasi terus tekanan sesuai perencanaan, harus ada schedule kerjanya dan progresnya juga ada,” lanjutnya.

Meski begitu, pihak kontraktor, dalam hal ini PT Usaha Subur Sejahtera, sesuai balasan surat Dinas Pemuda dan Olahraga tentang tindak lanjut penyelesaian 2017 pembangunan Stadion Barombong menyatakan, meminta tambahan waktu kerja. Dalam artian, pihaknya menerima denda terhadap nilai sisa pekerjaan sesuai kontrak.

Meski tidak diungkapkan besaran denda yang dikenakan, Muchlis mengatakan, meminta waktu kerja merupakan salah satu bentuk administrasi yang dipersyaratkan oleh TPAD (Tim Anggaran Perangkat Daerah). “Melewati 31 Desember bisa kena denda sesuai aturan, tapi melewati batas waktu bisa diberi kesempatan tanpa ada denda, sesuai ketetapannya,” lugasnya.

Sementara, proyek lainnya yang juga menjadi perhatian pemerintah provinsi adalah Jembatan Tello. Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) III Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional (BBPJN) XIII Metro Makassar, Malik, menjelaskan, saat ini pekerjaan masih dalam tahapan penimbunan jalan, kemudian dilanjutkan dengan perataan. “Enam hari hujan terus sehingga pekerjaan jalan terganggu. Kita usahakan kalau bisa jalannya ditimbun dulu,” ujar Malik, saat dikonfirmasi terpisah.

Kata Malik, sejauh ini pihaknya belum memastikan kapan proyek tersebut akan diresmikan. Alasannya, masih menunggu pekerjaan rampung keseluruhan dan ada pembicaraan khusus antaran BBPJN dengan pihak pemerintah. Setelah proses penimbunan dan perataan jalan dilakukan, maka seluruh jalur sudah bisa dibuka untuk umum.

“Jadi, sambil meratakan dan mengeraskan struktur jalan sebelum diaspal, maka sudah akan membuka akses jalan di sekitarnya,” jelasnya.

Rencananya, pelebaran jembatan Sungai Tello sudah bisa digunakan per tanggal 31 Desember. Itupun dalam kondisi belum teraspal, masih dalam tahap pengerasan jalan.

“Kami rencananya akan open track tanggal 31 Desember mendatang. Sebelum countdown (penghitungan mundur akhir tahun) bisa dipakai. Mudah-mudahan cuaca bersahabat agar pekerjaan bisa digenjot. Jadi kita lihat kondisi juga,” kata Malik.

Sementara pengaspalan dilakukan usai pengerasan jalan. Selanjutnya akan dilanjutkan dengan pemagaran sisi jembatan. Untuk pengerjaan fisik jembatan, tahun ini pemerintah mengalokasikan dana yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2017 sekitar Rp 4,1 miliar.

Pembangunan jalan pada jembatan Sungai Tello dilakukan selebar 3,5 meter yang menambah satu lajur kendaraan. Pelebaran dilakukan di sebelah kanan jembatan jika dari arah Panaikang.

Sekedar diketahui, bukan hanya Stadion Barombong dan Jembatan Tello yang menjadi fokus Pemprov Sulsel. 15 OPD lainnya dari 17 catatan daftar kegiatan juga tak luput dari perhatian Pemprov Sulsel. Diantaranya, Dinas PSDA dengan kegiatan Masjid 1000 Kubah yang terletak di Center Point of Indonesia (CPI), Dinas Peternakan dengan kegiatan pembangunan gedung A dan C Dinas Peternakan Sulsel, Kepala UPTD Transfusi Darah Provinsi Sulsel dengan kegiatan pembangunan gedung transfusi darah, Direktur RSUD Haji dengan kegiatan pembangunan/rehab gedung pelayanan terpadu farmasi, laboratorium dan gedung radiologi RS Haji. Selain itu, lanjutan pembangunan gedung poliklinik lantai dua dan pembangunan gedung rekam medik RSUD Haji juga ditarget hingga 31 Desember tahun ini.

OPD lain yang mendapat peringatan target yakni UPTD Pusat Pelayanan Gigi dan Mulut dengan jenis kegiatan pengadaan bangunan gedung bedah mulut, UPTD RS Labuang Baji dengan kegiatan rehabilitasi gedung penunjang, gedung perawatan umum dan anak dan gedung perkantoran RS Labuang Baji.

Selanjutnya, pembangunan UPTD Balai Pelayanan Kesehatan oleh UPTD Pelayanan Kesehatan Provinsi Sulsel, pengadaan konstruksi bangunan instalasi pengelolaan air limbah dan pengadaan tegap renovasi gedung oleh RSUD Ibu dan Anak Sitti Fatimah, rehabilitasi berat gedung kesehatan kulit, kelamin dan kecantikan UPT Balai Kesehatan Kulit dan Kelamin Sulsel. (*)


div>