KAMIS , 18 OKTOBER 2018

Staf Ahli DPR RI ini Siap Bertarung di Pileg Bantaeng

Reporter:

Jejeth Aprianto

Editor:

Muhammad Alief

Selasa , 24 Juli 2018 19:14
Staf Ahli DPR RI ini Siap Bertarung di Pileg Bantaeng

Misbahuddin Basri

BANTAENG, RAKYATSULSEL.COM – Sosok Misbahuddin Basri di kalangan pemuda Bantaeng tidak lagi asing. Saat melanjutkan tingkat pendidikan strata satu pada Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (Sospol), Universitas Muhammadiyah Makassar selama sembilan tahun, ia telah terlibat aktif dalam sejumlah organisasi internal kampus maupun eksternal.

Sederet organisasi kemahasiswaan ditingkat kampus dan nasional pernah didudukinya. Diantaranya menjabat sebagai Ketua BEM SOSPOL Unismuh Makassar, Periode 2005 – 2006, Ketua HMI Komisariat Ahmad Dahlan Unismuh Makassar Periode 2004 – 2005, Wakil Sekretaris HMI Cabang Gowa Raya Periode 2006 – 2007, Presidium Nasional Ikatan Lembaga Mahasiswa Ilmu Sosial Politik Indonesia (ILMISPI) Periode 2006 – 2008.

Berawal dari segudang pengalaman itu, pemuda berusia 34 tahun ini, ingin melanjutkan karirnya dipentas politik untuk bertarung gagasan dan ide, dengan sejumlah tokoh lainnya di kursi parleman Kabupaten Bantaeng, melalui Partai Gerakan Indonesia Raya(Gerindra).

Niatnya tersebut tidak lepas dari situasi sosial kemasyarakatan yang membutuhkan peran-peran kaum muda dalam mengisi sektor strategis yang diharapkan dapat membawa perubahan bagi sistem pemerintahan yang bersinergi dengan kebutuhan masyarakat.

“Pemuda adalah pewaris dan pelanjut estafet kepemimpinan, saatnya pemuda berkontribusi dalam pembangunan,” kata mantan Ketua Himpunan Pelajar Mahasiswa Bantaeng, periode 2008-2010 ini, Selasa (24/7).

Pengalaman dalam mendampingi Azikin Solthan sebagai anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Republik Indonesa (RI) selaku tenaga ahli, menjadi pelengkap keyakinannya untuk maju sebagai wakil rakyat di Bantaeng, karena telah memiliki banyak pengetahuan masalah sosial kemasyarakatan.

Menurutnya, politisi seyogyanya harus mampu memahami kebutuhan dasar manusia, diantaranya kebutuhan fisiologis dan kebutuhan rasa aman. Akibat kurangnya pemahaman dasar itu maka tidak akan ada konektifitas, sehingga mengakibatkan terjadi ketimpangan dalam pengambilan keputusan.

“Rakyat maunya lain, pemerintah juga lain, sehingga banyak anggaran yang cukup besar tidak dirasakan oleh masyarakat kecil,” ungkap Misbahuddin.

Selain itu, dukungan seluruh kerabat dan masyarakat Bantaeng, utamanya yang ada di daerah pemilihannya (Dapil III) yang meliputi Kecamatan Tompobulu dan Gantarangkeke juga telah merespon dan siap meyakinkan masyarakat lainnya.

“Jalur politik ini saya tempuh atas dorongan banyak pihak, utamanya keluarga. Adapun hal lainnya, karena kebijakan partai yang memprioritaskan generasi muda yang potensial,” kuncinya. (*)


div>