Staf Dinas Penataan Ruang Terjaring OTT

Ilustrasi. foto: net

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Satgas Gabungan Tipikor Polrestabes, Ombudsman berhasil menangkap tangan terduga pungli salah satu staf di Pemerintah Kota Makassar.

Staf yang bekerja di Dinas Penataan Ruang tersebut berinisial AAS (30) terjaring operasi tangkap tangan (OTT) usai bertransaksi di kafe Dunkin Donat Jalan Sultan Hasanuddin Makassar, Kamis (10/8).

Dalam kasus ini pelaku meminta sejumlah uang kepada pemilik bangunan yang didapatinya melanggar atau tidak memiliki Izin Mendirikan Bangunan (IMB). Dari tangan pelaku, petugas mengamankan barang bukti Rp 3 juta hasil dari kejahatan.

Kepala Dinas Penataan Ruang, Kota Makassar, Ahmad Kafrawi, membenarkan adanya salah seorang staf di instansi yang di pimpinnya tersebut yang terjaring OTT.

“Iya, saya juga baru tahu setelah saya baca di media online. Dan setelah saya cek memang oknum tersebut merupakan pengawas di Dinas Penataan Ruang,” ungkap Kafrawi.

Ia menjelaskan, oknum pegawai tersebut adalah pegawai yang sebelumnya bekerja di Kabupaten Bantaeng. “Dia itu mulai bekerja di Penataan Ruang pasca mutasi yang di gelar Desember 2016 lalu, dia pindahan dari Bantaeng,” ujar Kafrawi.

Kafrawi juga mengakui jika dirinya juga sering mendengar keluhan terkait ulah oknum pegawai tersebut, dan telah memberi peringatan. “Banyak yang sudah melapor ke saya tentang ulahnya itu, dan saya juga sudah beberapa kali peringati, dan berjanji tidak mengulangi lagi, tapi ternyata berulah lagi. Jadi kalau sekarang dia tertangkap, itu sudah resikonya dia, kita juga tidak mungkin awasi 24 jam penuh,” terangnya. “Saya sudah koordinasikan persoalan ini dengan wali kota. Kami juga akan menyiapkan sanksi,” pungkas Kafrawi. (ale/C/rilis)