SENIN , 22 OKTOBER 2018

Staf Khusus Wapres JK Temui Husler

Reporter:

Editor:

asharabdullah

Senin , 11 September 2017 16:30
Staf Khusus Wapres JK Temui Husler

Suasana rapat pembahasan pelabuhan Waru-Waru Malili, dan Lada saat di ruang kerja Bupati Luwu Timur, Senin (11/9). Foto: Ibrahim/RakyatSulsel

LUWU TIMUR, RAKYATSULSEL.COM – Staf Khusus Wakil Presiden RI, yang membidangi Infrastruktur dan Investasi,  Muhammad Abduh, bertemu Bupati Luwu Timur, Thorig Husler untuk membahas pelabuhan Waru-Waru Malili, dan Lada saat di ruang kerja Bupati Luwu Timur, Senin (11/9).

Pembahasan yang masuk dalam agenda nasional itu dihadiri oleh Wakil Bupati Irwan Bachri Syam, Kepala Dinas Pertanian Lutim Muharif, Kepala Dinas Perhubungan Lutim, Andi Makarakka, Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Dohri As’Ari, Kepala Syahbandar Malili Hasan Basri, Wakil Ketua DPRD Lutim HM Siddiq serta pihak-pihak dari PDAM dan PLN.

Dalam kesempatan itu, Muhammad Abduh menyayangkan pelabuhan laut di Lutim belum beroperasi. Olehnya itu, dirinya berharap hasil dari rapat tersebut 1 Januari 2018 Pelabuhan Waru-Waru Malili sudah bisa beroperasi.

“Tiga hal yang menyebab pelabuhan tersebut belum berfungsi, yaitu jalan belum memadai, jaringan listrik dan air bersih belum ada . Pertemuan ini membahas tiga hal tersebut. Hasilnya 1 januari 2018 Pelabuhan waru-waru Malili harus bisa beroperasi,” ujarnya.

Untuk sektor pertanian, lanjut Abduh, Luwu Timur akan menjadi daerah sentra Lada di Sulsel.

“Saya baca di internet, ternyata Lada Indonesia tingkat produksinya hanya 0,8 ton pertahun, ini tidak masuk akal olehnya itu saya mengecek langsung kondisi yang ada di kecamatan Towuti bertemu langsung dengan petani Lada di desa Bantilang, ternyata ada yang produksi sampai 8 ton pertahun,” ungkapnya.

Sementra itu, Bupati Luwu Timur Thorig Husler menuturkan, untuk kondisi jalanan yang ada di pelabuhan, pihaknya telah mengganggarkan Rp 20 miliar. Dalam waktu dekat ini pihaknya akan melaksanakan pembangunannya.


div>