SENIN , 22 OKTOBER 2018

Staf Pendamping Kunker DPRD Makassar Dikeluhkan

Reporter:

Editor:

doelbeckz

Kamis , 17 Maret 2016 21:18
Staf Pendamping Kunker DPRD Makassar Dikeluhkan

Kantor DPRD Kota Makassar.

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Keberadaan staf Kesekretariatan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Makassar dikeluhan sejumlah legislator. Pasalnya, staf yang ditugaskan mendampingi dewan saat Kunjungan Kerja (Kunker), banyak yang hanya sekadar mamanfaatkan kunjugan kerja dewan untuk bertamasya.

Ketua Komisi C Bidang Pembangunan DPRD Kota Makassar, Syarifuddin Badollahi, mengungkapkan, staf pendamping yang ditugaskan Sekretariat Dewan untuk mendampingi setiap kunjungan kerja legislator, hanya sekadar numpang bertamasya dengan gratis. Sebab, tidak sedikit staf pendamping yang baru kelihatan batang hidungnya ketika legislator sudah mau kembali ke Makassar.

“Kita juga bingung, staf ini tugasnya mendampingi kunjungan kerja kita atau sekadar jalan-jalan saja? Harusnya semua kebutuhan dewan disediakan staf pendamping, ini kita sendiri yang kerjakan semua, soal tiket, koper, dan tas dewan sendiri yang angkat, sementara staf tidak tahu ke mana rimbanya. Kalau begitu ngapaian dianggarkan untuk staf pendamping ini,” katanya.

Wakil Ketua Komisi C DPRD Kota Makassar, Fasruddin Rusli, menambahkan, ia merasa kehormatannya sebagai anggota DPRD diinjak-injak di hadapan instansi yang dikunjunginya oleh sikap staf yang ditugaskan mendampingi dewan. “Kita ini merasa tidak dihargai lagi sebagai anggota dewan, malah bukannya mengurus kami, kita justru yang mengurus mereka,” keluhnya.

Menanggapi hal itu, Sekretaris Dewan (Sekwan) DPRD Kota Makassar, Adwi Umar, mengaku, kalau keluhan dewan soal staf pendamping di setiap kunjungan baru terjadi pada periode ini. Selama belasan tahun di sekretariat, problem dewan seperti ini baru muncul. “Ini baru pertama terjadi kondisi begini, sebelumnya staf tidak pernah ada yang bermasalah atau dikeluhkan,” katanya.

Adwi berjanji akan mengevaluasi seluruh staf di sekretariat. Selain itu, ia juga bakal selektif mengutus staf yang mendampingi dewan di setiap kunjungan. “Kita akan evaluasi dan memberikannya sanksi, serta staf yang diketahui tidak menjalankan tugasnya saat mendampingi dewan, maka tidak lagi diberikan kesempatan,” jelasnya. (***)


div>