SELASA , 20 NOVEMBER 2018

Mahal! Stand Sulsel Expo Dijual Rp 60 Juta

Reporter:

Editor:

rakyat-admin

Jumat , 25 Agustus 2017 13:12
Mahal! Stand Sulsel Expo Dijual Rp 60 Juta

ASEP/RAKYAT SULSEL/C SULSEL EXPO. Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo, di sela-sela pelaksanaan pameran pembangunan Sulsel Expo, di Kawasan Center Point of Indonesia (CPI), malam tadi.

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Pameran pembangunan Sulsel Expo yang dilaksanakan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulsel, 24 – 29 Agustus, telah dibuka secara resmi oleh Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo, malam tadi. Namun, siapa yang menyangka jika harga jual stand yang ditawarkan panitia ternyata cukup fantastis, mencapai Rp 60 juta lebih.

Sulsel Expo yang dilaksanakan, masih dalam rangkaian peringatan HUT ke-72 Kemerdekaan RI. Kegiatan tersebut dipusatkan di kawasan Centre Point of Indonesia (CPI). Berbagai pihak turut serta dalam perhelatan tersebut. Mulai dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD), perbankan, UMKM, BUMN, BUMD, pihak swasta, dan banyak lagi. Disiapkan 155 stand indoor dan 15 untuk outdoor.

Beberapa OPD lingkup Pemprov Sulsel mengeluhkan mahalnya harga stand untuk mengikuti event tersebut. Berdasarkan informasi yang dihimpun, setiap OPD harus membayar sewa tempat saja antara Rp 40 juta sampai Rp 60 juta lebih. Itu diluar dekorasi yang ditanggung masing-masing OPD.

Dinas Pendidikan (Disdik) Sulsel, misalnya. Kepala Disdik Sulsel, Irman Yasin Limpo, mengungkapkan, pihaknya harus mengeluarkan Rp 63 juta untuk sewa stand di ajang pameran tersebut. Nilai tersebut baru sebatas sewa stand, diluar biaya dekorasi.

“Seharusnya untuk OPD lingkup Pemprov Sulsel, minimal lokasi atau lahan saja yang disewa. Jadi, tinggal stand-nya saja yang ada hitung-hitungannya,” kata Irman, Kamis (24/8).

Menanggapi hal tersebut, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Sulsel yang juga Ketua Panitia Sulsel Expo, Jufri Rahman, menjelaskan, kegiatan tersebut sudah dipihakketigakan. Jadi, yang mengatur soal sewa lahan merupakan kewenangan pihak ketiga, dalam hal ini ditangani Event Organizer (EO) Debindo.

Untuk alokasi anggaran yang dikeluarkan Pemprov Sulsel menghadirkan Sulsel Expo ini, menurut Jufri, tidak ada dana khusus yang dikeluarkan.

[NEXT-RASUL]

“Pihak ketiga atau EO yang menyelenggarakan kegiatan itu langsung berurusan dengan peserta pameran,” kata Jufri.

Sebelumnya, Direktur Utama Debindo Mega Promo, Jeffrey Eugene, mengungkapkan, harga sewa stand masih sama dengan tahun lalu, dan juga sama dengan harga stand saat pameran Hari Koperasi Nasional (Harkopnas) bulan lalu di Karebosi. Sewa stand juga sudah termasuk dengan berbagai rangkaian kegiatan yang ditampilkan untuk mewarnai Sulsel Expo.

“Harga ini nggak mahal. Karena kita juga buatkan acara pertunjukan di acara pembukaan dan setiap hari di panggung pameran. Dan sampai hari ini, pameran Sulsel Expo tidak atau belum menggunakan sponsor,” ungkapnya.

Ia menargetkan, jumlah pengunjung mencapai 120 ribu orang. Biaya stand yang dipatok untuk setiap meter persegi sebesar Rp 2,95 juta per meter.

Sekedar diketahui, pameran ini mengangkat culture carnaval, pesta rakyat, bazar murah, festival pemilihan duta investasi dan budaya, presentasi produk, dan berbagai perlombaan. Sulsel Expo ini menjadi ajang visualisasi hasil pembangunan Sulsel dan mengukur kinerja daerah, sebagai pilar utama pembangunan nasional. Khususnya dalam sepuluh tahun terakhir, dibawah kepemimpinan Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo dan Wakil Gubernur Agus Arifin Nu’mang. (ash/dwi/c)


div>