SELASA , 20 NOVEMBER 2018

Stern Resources (SR) Group Siap Berinvestasi di Sulsel

Reporter:

Nhera

Editor:

Sofyan Basri

Sabtu , 27 Oktober 2018 23:52
Stern Resources (SR) Group Siap Berinvestasi di Sulsel

int

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Perusahaan yang bergerak di bidang Property, Healthcare, Hotel/Resort dan Family Amusement yakni Stern Resources (SR) Group kini memperluas jaringan usahanya ke Kota Makassar. Sebelumnya, SR Group telah melakukan kerjasama dengan perusahaan yang ada di Kota Surabaya.

Perusahaan yang telah melakukan kerja sama dengan Century Group dengan membangun beberapa Gedung Condominium dan Hotel di New York City mengaku sangat serius menjalin kerjasama dengan berbagai perusahaan di Kota Makassar.

Business Development Director SR Group, Dinnah Tanuhardja mengatakan SR Group sudah memulai menjajaki kesempatan untuk berinvestasi di Indonesia sejak tahun 2017 dan mulai tahun 2018 sudah memulai beberapa progress proyek investasi diantaranya proyek perumahan di Balikpapan dengan luas lahan 29 Ha.

Ia juga mengaku telah berpartner dengan Royal D’Paragon untuk membamgun Kost Ekslusif. Bahkan, Co-Chief Executive Officer SR Group Hartadinata Harianto dan pemilik Royal D’paragon Land Muhamad Syarief Hidayat telah sepakat melakukan kerjasama bisnis secara resmi melalui chief agreement untuk proyek awal membangun 400 unit Properti Kos Exlusif di seluruh Indonesia.

“Rencananya selama 5 tahun ke depan kami akan terus berekspansi secara aktif membangun gedung yang di fungsikan sebagai rumah kos di seluruh Indonesia,” kata Dinnah, Sabtu (27/10).

Menurutnya, melalui Royal D’paragon International LLC dan dana investasi akan digunakan untuk membangun properti di Indonesia yang akan disalurkan ke PT Royal Dparagon Land di Indonesia.

“D’paragon sudah berpengalaman di property managemen dengan mengkolaborasikan short occupancy manangement, long occupancy management dan building management secara terintegrasi sangat dimungkinkan bersama SR D’paragon dapat mengembangkan hotel, apartemen, rumah sakit dan office tower,” jelasnya.

Kata dia, di tengah tekanan global dimana dampak badai dollar US yang mendesak perekonomian berbagai belahan dunia, harapan baru muncul dari bisnis properti di Indonesia menjelang akhir tahun 2018.

“Peluang bisnis menjanjikan itu didapat setelah kebijakan kerjasama terus dikembangkan pemerintah dengan negara lain, diantaranya dibukanya kran investasi ke Indonesia,” ujarnya.

Khusus di Sulsel, pihaknya akan mengembangkan rumah sakit, properti, dan pengembangan tempat wisata. “Di Sulsel dan Kota Makassar kami akan fokus pada pengembangan rumah sakit, properti, dan tempat wisata. Bahkan tempat wisata yang kami ingin kembangkan sudah melakukan peninjauan,” jelasnya.

Untuk itu, sebagai bentuk keseriusannya dalam mengembangkan jaringan bisnis di Sulsel, pihaknya telah melakukan koordinasi dengan pemerintah daerah. “Kami telah melakukan komunikasi dengan Pak Gubernur Nurdin Abdullah. Mudah-mudahan ini langkah yang baik pengembangan perusahaan yang lebih baik ke depan,” pungkasnya.


div>