SELASA , 12 DESEMBER 2017

Stok Melimpah, Harga Tomat Merosot Menjadi Seribu Rupiah Perkilo

Reporter:

Editor:

niar

Selasa , 07 November 2017 17:18
Stok Melimpah, Harga Tomat Merosot Menjadi Seribu Rupiah Perkilo

int

PAREPARE, RAKSUL.COM– Melimpahnya stok tomat yang diakibatkan musim panen yang dilakukan serentak, menjadikan harga tomat di pasaran kian merosot. Bahkan tembus hingga seribu rupiah per kilogram di Pasar Lakessi, Kota Parepare, Selasa, (07/11/2017).

Melimpahnya stok tomat di distributor, berdampak pada turunnya harga tomat yang cukup drastis, misalnya di daerah penghasil tomat yang kerap menyuplai ke pasar-pasar tradisional, seperti Malino, Enrekang dan Makassar. Secara bersamaan, ketiga daerah ini panen serentak. Akibatnya, para petani membanting harga tomat hingga harga terendah.

Pedagang tomat yang ada di Pasar Lakessi, Hj Aidah, mengaku tidak berhenti mengeluh dengan anjloknya harga tomat. Bahkan kata dia, ini kali pertama dirinya menjual harga tomat serendah ini.

“Bukan cuma saya Pak, pedagang tomat lainnya juga mengeluh. Harga tomat sekarang hampir tidak ada nilainya. Saking banyaknya, kalau ada yang jatuh kita biarkan saja berserakan,” ungkapnya.

Lebih lanjut dia menjelaskan, jika perbandingan harga tomat sebelumnya dengan sekarang selisih Rp4 ribu. Dulu itu kata dia, harga tomat per Rp5 per kilo, sekarang turun menjadi Seribu per kilo.

“Kita beli tomat di luar daerah, dengan beban operasional untuk dijual di sini. Kalau harganya turun seperti ini, berapa kita mau jualkan. Malahan kita bisa rugi, jadi wajar kalau kita ini penjual mengeluh,” ujar Hj Aidah sambil melayani pembelinya.

Pedagang lainnya Ridwan, menambahkan, bukan hanya pedagang yang mengeluh, bahkan petani juga ikut mengeluh.

“Petani tomat langganan saya juga mengaku mengeluh dengan melimpahnya buah tomat. Mereka rugi besar, baik merawat ataupun beli racun hama untuk tanamannya,” ungkapnya.

Menurutnya, kondisi harga tomat normal kembali diperkirakan hingga di bulan Desember.

“Saya rasa harga normal nanti di musim hujan, dibulan Desember. Karena di musim itu, tomat banyak yang tidak subur sehingga secara otomatis harga di pasaran akan kembali naik atau normal,” tegas Ridwan.

Berbeda yang disampaikan seorang pembeli, Dewi, mengaku senang dengan turunnya harga tomat. Menurutnya, turun naiknya harga itu wajar.

“Kalau sekarang turun itu bagus, kita pembeli pasti senang. Harga itu kan naik turun, bisa jadi minggu depan naik, jauh dari harga sebelumnya. Saat itu, kami pembeli yang akan mengeluh,” katanya. (nia)


div>