MINGGU , 23 SEPTEMBER 2018

Stok Telur di Sidrap Masih Normal

Reporter:

Editor:

doelbeckz

Kamis , 22 Desember 2016 00:20
Stok Telur di Sidrap Masih Normal

Pekerja sedang menurunkan telur dari atas kendaraan di Kabupaten Sidrap, Rabu (21//12). foto: hamsah/rakyatsulsel.

SIDRAP, RAKYATSULSEL.COM – Stok telur ayam ras di Kabupaten Sidrap masih norman. Meskipun terjadinya penurunan drastis produksi telur ayam di Desa Tanete, Kecamatan Maritenggae, yang sudah terjadi sejak dua pekan lalu.

Balai Besar Veteriner (BBVet) Maros pun saat ini masih meneliti penyebab terjadi penurunan produksi telur ayam ras hingga 70 persen itu di Desa Tanete.

“Hasilnya belum bisa diketahui, sebab masih dalam proses. Tapi dalam waktu dekat ini kita akan mengetahui sama-sama penyebab terjadinya penurunan produksi telur,” kata Dokter Hewan Disnakkan Sidrap, dr Emi saat dihubungi, Rabu (21/12).

Menurutnnya, produksi telur ayam membuat sejumlah pedagang mengeluh bahkan harganya tak menentu dan tak seragam.

“Harga telur ayam ras saat ini Rp35 ribu per rak. Pasar lalu Rp38,500 per rak. Harga ini tidak menentu meskipun produksi telur ayam ras terbilang normal,” kata Ismail salah satu pedagang telur di Pasar Pangkajene.

Ismail mengaku, penurunan produksi telur yang terjadi di Desa Tanete tidak berpengaru besar terhadap harga telur di Kabupaten Sidrap.

“Itu tidak terlalu berpengaru besar terhadap harga telur. Naik turunnya harga telur biasa terjadi dipasaran. Namun biasanya naik telur itu pada saat perayaan hari besar,” tandasnya.

Hal senada juga diungkapkan H Tija. Namun, ia mengatakan, hanya harga telur bebek saja yang mengalami kenaikkan hingga Rp3 ribu per rak atau sekira Rp51 ribu per rak yang sebelumnnya hanya Rp48 ribu per rak.

“Iya, pasar lalu telur ayam bebek hanya Rp48 ribu saja, namun saat ini sudah naik menjadi Rp51 ribu per raknya,” bebe Tija. (***)


div>