SENIN , 20 NOVEMBER 2017

Stok Timbunan Tanah Merah Rel Kereta Api Menipis

Reporter:

Andi Amril

Editor:

asharabdullah

Senin , 06 November 2017 16:50
Stok Timbunan Tanah Merah Rel Kereta Api Menipis

Tampak timbunan ranah merah untuk rel kereta api. Foto: Andi Amril/RakyatSulsel

BARRU, RAKYATSULSEL.COM – ‎Stok timbunan tanah merah untuk rel kereta api di prediksi akan habis di akhir tahun.

Sejumlah lokasi yang ditempati mengambil timbunan tanah merah seperti di Desa Lampoko, Kecamatan Balusu, Kelurahan Mangkoso dan Desa Lawallu, Kecamatan Soppeng Riaja, sudah mulai rata dengan tanah. Menipisnya stok tersebut tentu hal ini akan berdampak pada pelaksaan penimbunan kegiatan.

Sekedar diketahui, timbunan tanah merah cukup banyak dibutuhkan untuk rel kereta api, karena tinggi timbunan tanah merah mencapai 6 sampai 7 meter dengan panjang 47 kilometer lebih.

Satker Kereta Api Kemenhub Amar, membenarkan hal itu, namun menurutnya itu sudah tanggungjawab pihak kontraktor.

“Kalo habis itu sudah resiko kontraktor, yang pasti harus ada ijin dan tanahnya masuk spesifikasi,” ujarnya, Senin (611).

Dia menambahkan, timbunan tidak mesti berwarna merah, yang penting masuk spesifikasi teknis. “Timbunan tanah merah itu tidak akan keluar dari kebutuhan rel kereta api, apalagi kami memakai Sandcone dan Electrical Density Gauges (EDG‎, red) sebagai peralatan teknis,” tutup Amar. (*)


div>