SABTU , 16 DESEMBER 2017

Strategi KPK Jerat Setya Novanto di Kasus e-KTP

Reporter:

Editor:

dedi

Jumat , 17 Maret 2017 22:51
Strategi KPK Jerat Setya Novanto di Kasus e-KTP

int

JAKARTA, RAKYATSULSEL.COM – Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Laode M Syarif mengatakan pihaknya memiliki strategi untuk menjerat pihak-pihak yang diduga turut terlibat dalam kasus korupsi proyek e-KTP.

Meski demikian, KPK tidak mau tergesa-gesa menetapkan pihak lain sebagai tersangka dalam kasus korupsi senilai Rp 2,3 triliun itu.

‎‎”Nah, salah satu strategi yang dimiliki penuntut umum itu melihat perkembangan persidangan (korupsi proyek e-KTP, Red). ‎Jadi kalau makin banyak informasi dalam sidang kami mendapatkan sesuatu tentu, saya tak bisa janjikan, tapi orang yang disebut namanya dalam Pasal 55 KUHP diharapkan bisa diselesaikan dalam waktu dekat,” kata Syarif di kantornya, Jumat (17/3).

Pasal 55 KUHP adalah pasal penyertaan atau turut serta. Dalam dakwaan dua mantan pejabat Kemendagri‎ Irman dan Sugiharto disebutkan, keduanya melakukan perbuatan melawan hukum sehinga merugikan keuangan negara bersama-sama sejumlah pihak lainnya.

Mereka adalah mantan Ketua Fraksi Partai Golkar Setya Novanto, pengusaha Andi Agustinus alias Andi Narogong, mantan Sekretaris Jenderal Kemendagri Diah Anggraini, dan beberapa panitia lelang tender e-KTP tahun 2011-2012.

Dalam sidang Kamis (16/3) kemarin, terungkap sejumlah pertemuan informal antara Diah, Andi Narogong, Setya Novanto, serta kedua terdakwa untuk membahas proyek e-KTP.

Saat dikonfirmasi alasan penyidik belum juga menjerat Setnov, Andi Narogong dan Diah Anggraini, Syarif mengistilahkan strateginya seperti pemberangkatan haji.

‎”Akan ada kaya haji lah, kloter pertama, kloter kedua dan kloter ketiga. Tapi kan enggak boleh juga cuma berdasar penyebutan di persidangan. Jadi kita sama-sama lihat saja mana yang paling lengkap buktinya, yang paling banyak keterangannya dan banyak mengetahui (kasus ini),” ujar Laode.

Sebelumnya, di hadapan majelis hakim, terdakwa Irman mengungkapkan satu fakta penguat indikasi keterlibatan Novanto dan Diah. Irman mengatakan bahwa tidak lama dari anak buahnya yakni Sugiharto ditetapkan tersangka oleh KPK, Irman mendapat pesan dari mantan Kepala Biro hukum Kemendagri, Zudan Arif.

Pesan singkat dengan kode rahasia itu tersirat Setnov meminta Irman merahasiakan perannya dalam kongkalikong proyek e-KTP itu. (Put/jpg)


div>