RABU , 19 SEPTEMBER 2018

Strong Voters DIAmi Sulit Berpaling

Reporter:

Suryadi - Iskanto - Alief

Editor:

asharabdullah

Sabtu , 19 Mei 2018 12:47
Strong Voters DIAmi Sulit Berpaling

Dok. RakyatSulsel

* Appi-Cicu Siapkan Strategi
*CRC: Elektabilitas DIAmi 71,8 persen

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Sebelum didiskualifikasi oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Makassar, pasangan calon (Paslon) Wali Kota dan Wakil Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan “Danny” Pomanto-Indira Mulyasari Paramastuti (DIAmi) memiliki strong voters yang kuat di Kota Makassar.

Kondisi inipun menjadi tantangan bagi pasangan Munafri Arifuddin-Andi Rachmatika Dewi (Appi-Cicu) untuk memenangkan Pilwalkot Makassar.

Pasalnya, besar kemungkinan Danny Pomanto sebagai petahana akan memanfaatkan jaringan dan relawan untuk melawan Appi-Cicu lewat kotak kosong.

Hal itu juga dikatakan oleh Direktur Epicentrum Politica, Iin Fitriani. Ia menuturkan, untuk merubah pilihan strong voters Danny Pomanto akan sangat sulit. Hal itu lantaran, strong voters telah memiliki penilaian tersendiri kepada kandidat yang dipilih. Hal ini bisa menjadi kekuatan untuk memenangkan kotak kosong di Pilwalkot Makassar.

“Jika dikatakan sulit pasti sulit, karena strong voters itu sudah memiliki penilaian tersendiri yang sifatnya mengarah ke mengidolakan paslon,” kata Iin.

Pakar Politik Universitas Hasanuddin (Unhas) Andi Haris mengatakan, strong voters Danny Pomanto tentunya akan tetap pada pilihan awalnya. Dengan didiskualifikasinya pasangan DIAmi akan sangat mudah mengundang konflik.

“Saya kira akan masuk di kotak kosong itu, inikan agak memanas memang. Ini jadi kontroversi memang, ini bisa jadi kerusuhan kalau misalnya tidak rekonsiliasi,” kata Andi Haris.

Jangan sampai, kata Andi Haris, Pilwalkot Makassar dimenangkan oleh kotak kosong. Karena memang, strong voters Danny Pomanto cukup besar dan tentunya memiliki jaringan-jaringan lagi yang bisa saling berkoordinir dengan baik.

“Kalau memang pak Danny didiskualifikasi, dan lalu Appi-Cicu mau lawan kotak kosong. Saya kira simpatisan pak Danny tetap akan memilih kotak kosong. Itu yang dikhawatirkan kalau memang pak
Danny banyak pendukungnya dan memilih kotak kosong ini yang menjadi persoalan nanti,” jelasnya.

“Bagaimana kalau kotak kosong yang menang, otomatis Appi-Cicu tidak terpilih. Persoalannya nanti bagaimana kelanjutan dari persoalan ini,” lanjutnya.

Sementara Direktur Riset lembaga survei Celebes Researc Centre (CRC) Andi Wahyuddin Abbas menjelaskan, hasil survei pasangan DIAmi pada Maret lalu menempatkan elektabilitasnya mencapai 71,8 persen. Sementara sang rival, jauh tertinggal yang hanya memiliki elektabilitas 18,8 persen.

Survei ini dilakukan pada tanggal 1-14 Maret, dengan jumlah responden 1.000 orang yang terdistribusi secara proporsional di 15 kecamatan se- Kota Makassar. Margin of error diprediksi mencapai +/- 3 persen.

“Riset yang dilakukan 1-14 Maret lalu ini juga merekam hanya ada sekitar 9,4 persen pemilih belum bersikap dan perubahan dukungan diangka 30 persen,” ujarnya.

Dia menambahkn, strong voters Paslon DIAmi mencapai angka 48,7 persen. Apalagi saat ini isu kotak kosong memenangkan pilkada pada pertarungan sebenarnya di bilik TPS. “Kalau stong voters DIAmi mencapai 48,7 persen,” ungkapnya.

Terpisah, Juru bicara Appi-Cicu, Arsony mengatakan bahwa strategi untuk melawan kotak kosong bukan berarti akan menurunkan partisipasi pemilih.

“Buat Appi-Cicu, meski syarat menang hanya 50+1, kita tentu tidak ingin menang jika ternyata yang datang memilih hanya 25 persen dari jumlah pemilih saja. Buat apa terpilih jadi wali kota kalau yang datang memilih hanya segelintir orang saja,” ungkapnya.

Oleh karena itu, politisi PDI Perjuangan ini memastikan jika tim Appi-Cicu saat ini terus memassifkan sejumlah sosialisasi untuk meningkatkan jumlah pemilih untuk memenangkan Appi-Cicu.

“Tim terus memassifkan upaya agar pemilih datang memberikan suaranya di TPS, karena tentu kita ingin memenangkan kandidat kita dengan meraih suara sebanyak-banyaknya,” terang Arsony, Jumat (18/5).

Menurutnya, meningkatkan partisipasi pemilih merupakan tantangan tersendiri bagi dirinya dan tim Appi-Cicu. Sehingga akan terus berupaya agar pemilih yang datang sebanyak-banyaknya.

“Partisipasi pemilih pasti banyak, apalagi kan bersamaan dengan Pilgub. Kami pasti akan berupaya agar yang datang memilih sebanyak mungkin, kalau bisa 100 persen. Tinggal bagaimana kami merebut suara rakyat untuk memilih Appi-Cicu dan bukan memilih kotak kosong,” jelasnya.

Dikatakannya bahwa, dengan partisipasi pemilih yang tinggi, juga berarti menunjukkan bahwa kandidat yang terpilih mempunyai kadar keabsahan (legitimacy) yang kuat, meskipun melawan kotak kosong.
Olehnya itu, lanjut Arsony, Tim Appi-Cicu berupaya semaksimal mungkin menarik partisipasi pemilih untuk datang ke TPS dan memilih Appi-Cicu.

“Kita tentu akan menarik semua pemilih untuk datang ke TPS dan memilih Appi-Cicu. Caranya kita terus sosialisasikan program-program andalan dan strategis, agar masyarakat mengetahui kenapa harus memilih Appi-Cicu,” pungkasnya.

Sementara untuk mengantisipasi terjadinya kecurangan saat pemungutan suara 27 Juni mendatang, Appi-Cicu juga memastikan akan menyiapkan saksi berlapis di Tempat Pemungutan Suara (TPS).

“Gerakan untuk menggagalkan Appi-Cicu menjadi wali kota terlihat jelas. Itulah sebabnya kita akan merekrut saksi berlapis. Dari 10 partai dan simpul relawan akan kita libatkan. Berdasarkan hitungan setidaknya, disiapkan 50 orang saksi di tiap TPS. Terdiri dari saksi inti maupun pendukung dengan tugas yang berbeda,” terang wakil ketua tim pemenangan Appi Cicu, Rahman Pina.

Para saksi yang ditugaskan nantinya, lanjutnya, akan diberi pembekalan khusus dalam rangka mengawasi setiap potensi kecurangan mulai dimulainya pemungutan suara hingga berakhirnya.

“Ini penting agar para pemilih dan suara Appi-Cicu benar-benar terjaga hingga TPS. Bahkan, penjemputan pemilih dari rumah ke TPS masing-masing, kita juga akan lakukan,” kata legislator DPRD Makassar ini.

Selain saksi, tim pemenangan Appi-Cicu yang dikomandoi Farouk M Betta, juga telah membentuk tiga satuan tugas, khusus Appi Cicu, yang disingkat Satgas A1.

Ketiga satgas itu, yakni Satgas Door to Door Campaign, Satgas Kampanye dan Satgas saksi/ pemenangan TPS. Ketua satgas ini semua dalam kendali Farouk M Betta. (*)


div>