SENIN , 21 MEI 2018

Studi Banding Belum Berdampak Ke Masyarakat

Reporter:

Editor:

rakyat-admin

Senin , 17 September 2012 09:32

RAKYAT SULSEL . MAKASSAR – Komite Pemantau Legislatif (Kopel) Kota Makassar menilai kegiatan studi banding dewan di Sulsel hanya sekedar menghabiskan anggaran. Pasalnya,  sejauh ini belum ada dampaknya untuk kepentingan Masyarakat.

Menurut Ketua Kopel Makassar, Anwar Razak, Sejauh ini kegiatan Studi Banding Anggota Legislatif, pihaknya belum melihat ada dampak ke masyarakat, tetapi lebih berdampak kepada anggota dewan itu sendiri dengan bertambahnya wawasan inovasi mereka.

“Sebaiknya model studi banding itu di rumuskan sejak awal dengan pertimbangan seperti apa pemnfaatannya bagi kepentingan Masyarakat,”ungkap Anwar Razak, akhir pekan lalu.

Dikatakan Anwar, sebaiknya studi banding itu dilakukan oleh Pemerintah Kota (Pemkot), sebab pembuat rencana kebijakan pembangunan itu dilakukan oleh Pemkot sedangkan DPRD itu hanya sebagai pengawas saja.

Sementara, Anggota Komisi B Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Makassar, Sri Rahmi menegaskan kalau studi banding itu sangat bermanfaat, karena dengan studi banding ke daerah, Anggota Dewan memiliki acuan untuk menyusun Peraturan Daerah (Perda) untuk diterapkan di Makassar.

“Di sini kita harus profesional, jika tujuan kita untuk studi yah kita harus studi. Memang  peluang untuk plesiran itu pasti ada, karena waktu kita untuk studi di kantor kan hanya sekitar 2-3 jam, selebihnya pasti kita gunakan untuk melihat-lihat suasana kota termasuk penerapan perdanya di lapangan. Yang salah itu, jika ditugaskan untuk studi banding tapi digunakan untuk jalan-jalan,”katanya.(RS1/her/D)


Tag
div>