SENIN , 19 FEBRUARI 2018

Suap DPRD Terkait Pengawasan dan Revisi Perda Tahun 2017

Reporter:

Editor:

faisalpalapa

Selasa , 06 Juni 2017 21:06
Suap DPRD Terkait Pengawasan dan Revisi Perda Tahun 2017

int

RAKYATSULSEL.COM — Komisi Pemberantasan Korupsi telah menetapkan Anggota Komisi B DPRD Jatim atas nama Basuki sebagai tersangka. Selain Basuki, KPK juga menetapkan lima pihak lain sebagai tersangka dalam kasus yang sama.

Menurut Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan, tindakan suap menyuap yang dilakukan para pihak ini, dilakukan terkait terkait pelaksanaan tugas pengawasan dan pemantauan DPRD Jatim terhadap pelaksanaan revisi Perda dan penggunaan anggaran Provinsi Jatim 2017.

‘’Kegiatan OTT terkait pengawasan anggaran dan revisi Perda di Komisi B DPRD Jatim Tahun 2017,’’ kata Basaria dalam konferensi pers di kantor KPK Jakarta Selasa (6/6).

Dalam menerima uang suap tersebut menurutnya, selain uang Rp 150 juga yang disita sebagai barang bukti dalam penangkapan, diduga ada duit suap lain yang diterima Basuki dari berbagai pihak lain.

Dua pimpinan KPK menggelar konferensi pers terkait operasi tangkap tangan ( OTT) DPRD Jatim dan sejumlah pihak lain. (Dery Ridwansyah/JawaPos.com)
‘’Diduga itu pemberian triwulan. Ini triwulan kedua dari total komitmen Rp 600 juta setiap kepala dinas kepada DPRD terkait pelaksanaan tugas pengawasan dan pemantauan DPRD Jatim tentang penggunaan anggaran di Provinsi Jatim tahun 2017, ‘’ jelasnya.

Adapun rincian penerimaanya, yakni pada 26 Mei sebanyak Rp 100 juta Kadis Peternakan Jatim Rohayati, kemudian tanggal 13 Mei sebesar Rp 50 juta dari Kadis Perindustrian dan Perdagangan, Rp 100 juta dari Kadis Perkebunan, dan Rp 100 juta dari Kadis Pertanian.

KPK resmi menetapkan Anggota Komisi B DPRD Jawa Timur atas nama Basuki sebagai tersangka penerima suap. Selain itu, sebagai penerima suap lain KPK juga menetapkan dua anggota staff DPRD Jatim atas nama Santoso dan Rahman Agung.

Sementara sebagai pihak pemberi suap, KPK menetapan dua kepala dinas Provinsi Jatim atas nama Bambang Heryanto (Kadis Pertanian), HBN, dan Rohayati (Kadis Pertanian). Penetapan tersangka dilakukan usai keeenam pihak tersebut diciduk di Surabaya dan Malang pada Senin (5/6 ) siang hingga Rabu (6/6) dini hari. (wnd/JPG)


div>