RABU , 26 SEPTEMBER 2018

Suara Kolom Kosong Makassar Lebih Nyaring

Reporter:

Suryadi - Iskanto - Fahrullah

Editor:

asharabdullah

Selasa , 12 Juni 2018 15:00
Suara Kolom Kosong Makassar Lebih Nyaring

Dok. RakyatSulsel

– Paslon Tunggal Hati-hati Gigit Jari

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Hadirnya kolom kosong menjadi fenomena baru Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2018. Di Sulsel, ada tiga daerah pelaksana pilkada yang hanya diikuti Pasangan Calon (Paslon) tunggal. Masing-masing Kota Makassar, Kabupaten Enrekang dan Bone.
Dibandingkan Kabupaten Enrekang dan Bone, suara kolom kosong di Pemilihan Wali Kota (Pilwalkot) Makassar lebih nyaring terdengar. Proses hadirnya paslon tunggal di tiga daerah tersebut pun tidak seragam.

Petahana Enrekang Muslimin Bando yang berpasangan dengan Asman, menjadi paslon tunggal pertama setelah Komisi Pemilihan Umum (KPU) pada tahap pendaftaran hanya menerima berkas satu paslon yang memenuhi syarat. Sedangkan paslon petahana Bone, Andi Fashar Padjalangi – Ambo Dalle, menjadi paslon tunggal kedua di Sulsel, menyusul dukungan KTP dua bakal paslon perseorangan dinyatakan Tidak Memenuhi Syarat (TMS).

Lain lagi di Kota Makassar. Pasangan Munafri Arifuddin – Andi Rachmatika Dewi (Appi – Cicu) akhirnya ditetapkan melawan kolom kosong, setelah petahana Moh Ramdhan “Danny” Pomanto – Indira Mulyasari (DIAmi) dinyatakan didiskualifikasi saat pilwalkot memasuki masa kampanye.

KPU pada tahap penetapan paslon menetapkan dua paslon memenuhi syarat. Yakni pasangan Appi – Cicu yang diusung sepuluh parpol dengan akumulasi dukungan 43 kursi atau sebanyak 86 persen. Serta pasangan DIAmi yang melalui jalur perseorangan dengan jumlah dukungan sebanyak 139.461 Kartu Tanda Penduduk (KTP) elektronik.

Direktur Strategi PT Jaringan Suara Indonesia (JSI), Popon Lingga Geni, mengungkapkan, temuan umum di sejumlah pilkada dengan paslon tunggal, selama ini kerap dimenangkan oleh paslon tunggal. Itu karena paslon tunggal terpotret memiliki modal strategis sejak fase pendaftaran.

“Modal dimaksud diantaranya karena rata-rata paslon tunggal berstatus petahana yang memiliki elektabilitas signifikan, jaringan kerja tim, serta kemampuan finansial,” kata Popon, Senin (11/6) kemarin.

Konsultan Politik JSI, Nursandy, menambahkan, tiga daerah yang diikuti paslon tunggal memiliki proses politik yang berbeda. Meski hanya melawan kotak kosong, iklim kompetisinya masih terasa kental.

“Utamanya Makassar, pupusnya peluang Danny – Indira bertarung tak membuat surut pendukung DIAmi melakukan perlawanan dengan mensosialisasikan kotak kosong,” ujarnya.

Menurutnya, hal ini menjadi tantangan dan bisa menjadi batu sandungan bagi pasangan Appi-Cicu, jika terlena dan jumawa dengan posisi sebagai paslon tunggal.

“Jika ingin menang, Appi – Cicu perlu melakukan konsolidasi yang kuat, memainkan isu strategis, dan terus meningkatkan intensitas kunjungan untuk meyakinkan pemilih,” terangnya.

Senada, Direktur Riset CRC, Andi Wahyudin Abbas, mengatakan, jika diamati di lapangan, praktis kolom kosong di Kabupaten Bone yang paling lemah. Sedangkan Makassar, kolom kosong kuat.

Menurutnya, di Bone tidak ada kerja-kerja terstruktur untuk mengkampanyekan kotak kosong. Berbeda dengan Enrekang dan Makassar.

“Bahkan khusus Makassar, kasusnya sedikit berbeda, karena sebelumnya diisi oleh pasangan Danny – Indira. Sekarang kotak kosong yang kuat,” tuturnya.

Terpisah, Pakar Politik Universitas Hasanuddin (Unhas) Aswar Hasan, menilai, secara struktural, kotak kosong yang terjadi di Pilkada Bone dan Enrekang sangat berbeda dengan kotak kosong di Pilwalkot Makassar. Di Kota Makassar, perlawanan kotak kosong cukup kuat.

“Akhir-akhir ini relawan pilih kolom kosong semakin banyak muncul dan bekerja di tiap-tiap kecamatan. Adanya ajakan pilih kolom kosong berdampak dua hal, yaitu peluang dan tantangan,” ungkapnya.

Di Pilwalkot Makassar, kata Aswar, Appi – Cicu harus mampu meyakinkan warga melalui sosialisasi penyampaian visi dan program kerja lima tahun ke depan. Jika Appi – Cicu tidak mampu menyakinkan warga, maka paslon usungan sepuluh partai politik ini bakal gigit jari, dikalahkan kolom kosong.

“Penajaman visi misi secara tunggal Appi – Cicu adalah peluang untuk menarik simpati warga berdasarkan pendekatan program yang diutarakan. Karena kolom kosong pergerakanya cukup massif, boleh jadi pendukung kolom kosong karena belum tahu Appi – Cicu dan programnya. Kalau Appi – Cicu gagal mensosialisasikan program secara baik dan benar, itu justru membuat kolom kosong semakin kuat,” terangnya.

Ia mengumpamakan Pilwalkot Makassar seperti sebuah pertandingan sepak bola. Di mana, pihak DIAmi mendapatkan pelanggaran kartu merah dan Appi – Cicu mendapatkan tendangan penalti. Pertanyaannya, mampukah Appi – Cicu menendang masuk bola ke gawang.

“Artinya dia bisa menang. Sebaliknya, bila tidak maka dia akan kalah. Ini jadi ancaman sekaligus peluang. Kolom kosong bermakna ganda, jika ancaman itu bisa diatasi, maka akan jadi peluang Appi – Cicu,” ujarnya.

“Bola kemenangan sudah ada di Appi – Cicu, tinggal bagaimana menendang supaya gol, ini sama dengan pinalti, DIAmi dianggap bersalah sehingga di kasih kartu merah dan Appi dapat bola pinalti. Kalau bagus tendangannya bisa menang, begitu perumpamaannya,” jelasnya.

Sebelumnya, Ketua Tim pemenangan Appi – Cicu, Farouk M Beta, memompa semangat kerja relawan dan tim pemenangan demi meraih kemenangan di Pilwalkot Makassar. Ia bahkan menyebut kolom kosong takkan memberikan harapan kepada Makassar.

“Kolom kosong itu menyesatkan dan tidak memberikan harapan. Mari kita menangkan Appi – Cicu secara meyakinkan, bukan cuma menang di Pengadilan. Mari kita buktikan di masyarakat Kota Makassar dengan meyakinkan bahwa Appi -Cicu adalah wali kota masa depan yang akan datang,” imbau Faroek kepada seluruh tim dan relawan.

Sementara, di Kabupaten Enrekang, dua pekan menjelang pemilihan, tim Laskar Kotak Kosong terus melakukan sosialisasi agar pada 27 Juni mendatang seluruh masyarakat Massenrengpulu datang ke Tempat Pemungutan Suara (TPS) untuk menentukan pilihannya. Namun, Laskar Kotak Kosong ini tidak meminta kepada masyarakat agar memilih kotak kosong.

“Kami hanya menyampaikan kepada mayarakat jangan golput, harus hadir ke TPS dan itu hak masyarakat,” kata Ketua Tim Laskar Kotak Kosong Kabupaten Enrekang, Alzam Taqwa.

Untuk melakukan mobilisasi massa memilih kotak kosong, Alzam Taqwa mengakui jika pihaknya tidak memiliki infrastruktur yang memadai, jika dibandingkan dengan paslon tunggal Muslimin Bando – Asman (MB-As), yang memiliki partai pendukung.

“Kami tidak mengajak masyarakat melakukan perbuatan negatif,” imbuhnya. (*)


div>