SELASA , 21 AGUSTUS 2018

Suarakan Hak dengan Santun dan Humanis

Reporter:

Editor:

rakyat-admin

Sabtu , 30 April 2016 12:29
Suarakan Hak dengan Santun dan Humanis

ASEP/RAKYATSULSEL AKSI HARI BURUH SEDUNIA. Buruh dari berbagai aliansi se-Kota Makassar menggelar aksi memperingati Hari Buruh Sedunia di bawah Flyover, Makassar, Mey 2015 lalu. Dalam aksi yang diikuti ratusan buruh tersebut, mereka meminta hapuskan sistem kontrak kerja, tolak politik upah murah dan meminta pemerintah meningkatkan kesejahteraan kaum buruh di Tanah Air.

SEPERTI pada tahun-tahun sebelumnya, Para buruh sedunia termasuk di Indonesia akan memperingati Hari Buruh atau biasa dikenal dengan sebutan May Day pada Hari Minggu, 1 Mei nanti.

Peringatan May Day biasanya diisi dengan berbagai unjuk rasa untuk menyampaikan tuntutan buruh. Untuk peringatan hari buruh besok, Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan dan Barat (Sulselbar) menyiagakan 850 personel dari berbagai fungsi untuk pengamanan.

“850 personel yang diterjunkan ini untuk mengamankan jalannya aksi peringatan may day. Ini bentuk kesiagaan polisi dalam mendampingi saudara-saudara kita para buruh,” kata Kabid Humas Polda Sulselbar Kombes Pol Frans Barung Mangera, Jumat (29/4).

Dia menjelaskan, Kapolda Sulselbar Irjen Pol Anton Charliyan sudah meminta kepada para buruh untuk senantiasa menyuarakan aspirasi dengan santun tanpa harus mengganggu aktivitas masyarakat di jalan.

Karenanya, 850 personel polisi dari berbagai fungsi ini diterjunkan untuk mendampingi para buruh yang tentunya dengan sikap yang ramah dan humanis. “Tetap dalam sikap humanis. Kita mengharapkan aksi para saudara-saudara kita ini berjalan lancar dan tuntutannya terhadap perusahaan sama pemerintah juga bisa dipenuhi,”terang Frans.

Frans mengungkapkan, titik sentral aksi peringatan hari buruh tetap berada di Kota Makassar dan sebagian buruh yang berada di wilayah penyangga kota seperti Kabupaten Maros dan Gowa diperkirakan akan bergabung dengan simpul-simpul buruh lainnya.

[NEXT-RASUL]

“Pengamanan dengan penempatan personel yang cukup banyak pastinya dikerahkan pada tempat-tempat vital seperti Kantor Gubernur Sulsel, DPRD Sulsel, Kantor Wali kota Makassar, DPRD Makassar, di sekitar jembatan layang (fly over), dan sejumlah ruas jalan seperti lampu merah dan perempatan jalan,”sebutnya.

Sementara itu, Menjelang May Day, Serikat pekerja yang ada di Kota Makassar sudah mempersiapkan diri untuk aksi turun ke jalan. Salah satu organisasi buurh yang akan menggerakkan massanya adalah Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Sulawesi Selatan.

“Sekitar 2.000 buruh sudah mempersiapkan diri bakal turun di jalan untuk memperingati May Day atau hari buruh di Makassar,” kata Ketua KSPSI Wilayah Sulawesi Selatan, Basri Abbas.

Basri mengatakan, aksi ini akan berlangsung di beberapa titik, seperti di Pelabuhan, Kantor Disnaker Makassar, dan jembatan flyover. Kendati demikian, aksi ini kata Basri dipastikan berlangsung lancar, tanpa tindakan anarkis. “Aksi ini adalah aksi damai, kami akan sampaikan aspirasi untuk diperhatikan penentu kebijakan,” ujar Basri.

Sejumlah aspirasi yang akan disampaikan serikat buruh, diantaranya penolakan revisi Peraturan Menteri no 35 yang berbunyi dihilangkannya unsur pekerja dalam diskusi perhitungan tarif dan UMP.

Selain itu, mengharapkan agar Pemerintah melindungi para pekerja di era Mea (Masyarakat Ekonomi Asean) seperti saat ini, dan meminta pemerintah menghapus sistem outsorching (pekerja kontrak).

[NEXT-RASUL]

“Pekerja kontrak ini dinilai merenggut hak dari pekerja, salah satunya sejumlah hak dari pekerja itu tidak dijamin oleh perusahaan dan pemerintah,”katanya.

Sekertaris Umum KSPSI Suslel Abdul Muis menambahkan, selain aksi turun kejalan, pihaknya juga melakukan beberapa kegiatan sosial.

“Sebelumnya juga kami telah melakukan konsolidasi dengan pra may day dalam bentuk demo menyikapi persoalan internal di beberapa federasi, seperti persoalan PHK oleh Bank dan persoalan pembiayaan yang melibatkan anggota serikat kami,” kata dia.

Ia juga berharap pemerintah dan pihak perusahaan memaknai hari buruh sebagaimana mestinya dengan memberikan kesempatan kepada buruh untuk berlibur. “Kami berharap hari buruh dimaknai para pengusaha dengan meliburkan pekerjanya, karena biasanya masih banyak yang buka sehingga pekerja tak bisa menikmati hari liburnya,” pungkasnya.

Pakar Hukum Unibosowa 45 Makassar,Prof Marwan Mas menyebutkan para buruh wajar menuntut hak-hak mereka, karena sejauh ini masih banyak pekeeja yang mendapat gaji di bawa Upah Minimum Provinsi (UMP) . “Masih banyak perusahaan yang menggaji karyawannya dibawah UMP, jadi wajar buruh melakukan aksi menuntut haknya,”demikian kata Prof Marwan Mas.

Diketahui sebelumnya, untuk menjaga kehormanisan antara buruh dan Pemerintah Kota Makassar, pihaknya melakukan rangkaian kegiatan menyambut May Day dimulai sejak 27 April lalu hingga 2 Mei mendatang.

[NEXT-RASUL]

“Pada peringataan May Day tahun ini, kita menggelar rangkaian kegiatan yang menyatukan Tripartit,” kata Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Makassar Andi Bukti Djufri. (D)


Tag
div>