SENIN , 20 AGUSTUS 2018

Subhan Alwi: Danny Pomanto Andalan Gue

Reporter:

Editor:

Ridwan Lallo

Sabtu , 17 Februari 2018 21:22
Subhan Alwi: Danny Pomanto Andalan Gue

int

Ada banyak rekan yang bertanya, kemana arah dukungan saya dalam perhelatan politik di Pilwalkot Makassar? Saya lugas menjawab saya DIAmi (Danny Pomanto-Indira Mulyasari).

Tak banyak lagi pertanyaan kenapa saya memilih Danny Pomanto, karena mereka sadar bahwa sosok Danny nomor urut 2 ini yang dikenal dengan tagline Jangan Biarkan Makassar Mundur Lagi, Makassar Dua Kali Tambah Baik, telah mencatatkan sejarah baru bagi Makassar dibandingkan walikota-walikota sebelumnya. Walau disadari seluruh walikota yang telah memimpin Makassar telah memberikan konstribusinya bagi pembangunan kota daeng.

Membangun Makassar dari Lorong

Danny lah yang mampu membuka mata warga lorong bahwa mereka juga tersentuh pembangunan. Dimana lorong Makassar yang selama ini kurang diperhatikan, telah banyak berubah menjadi lorong yang asri, elok dipandang mata. Roda ekonomi warga lorong juga mulai bergerak dengan sejumlah inovasi pemberdayaan masyarakat yang dipertontonkan Danny.

Pembenahan infrastruktur juga terus digenjot, sehingga jalan yang selama ini bak kubangan telah mulus sehingga menggerakkan ekonomi rakyat.

Bukan hanya infrastruktur, menariknya, Danny juga telah merubah pola dan mereformasi pola kebijakan pemerintah kota yang selama ini kaku menjadi cair, yang selama ini dikenal hanya akses milik segelintir orang menjadi milik rakyat. Siapapun tanpa terkecuali. Tak ada lagi kelompok, tak ada lagi golongan, semua sama karena Makassar milik semua bukan hanya milik kita semata.

Menciptakan pamong pemerintahan yang langsung menyentuh dan menyapa rakyat membelalakkan mata semua orang. Menggerakkan partisipasi warga dalam membangun Makassar adalah contoh demokrasi yang baik. Karena demokrasi bukanlah mobilisasi tapi partisipasi.

Danny amat sangat dibutuhkan Makassar dalam geliat majunya kota kota metropolitan lain di Indonesia, ide-ide cemerlangnya, pembangunan tanpa sekat, adalah modal untuk Makassar tercinta. Kita tak membutuhkan pemimpin yang punya nama besar semata di masa lalu, masyarakat butuh pemimpin zaman now, yang tulus mengabdi tanpa pamrih.

Tak Hanya Lorong, Danny Juga Membangun Agama dan Akhlak

Dalam hal pembangunan agama dan akhlak, Danny juga telah memberikan pelajaran berharga ke kita, bagaimana membudayakan gerakan Shalat Subuh berjamaah yang setiap akhir pekan dihadiri ribuan warga. Prestasi dan penghargaan yang diraih tak perlu dijelaskan satu persatu karena telah ratusan penghargaan yang telah ditorehkan Makassar berkat tangam dinginnya. Tangan dari anak lorong yang disokong kekuatan rakyat, bukan kekuatan kapitalis.

Danny, jangan pernah mundur dari semangatmu, kami selalu dalam barisanmu, bukan dengan berkoar tentunya tapi kami bergerak demi Makassar Dua Kali Tambah Baik.

Kita semua punya pilihan politik, dan Danny layak mendapat pilihan itu. Mari pertontonkan politik sehat dengan satu tujuan jangan mundur lagi. (**)

Oleh: Subhan Alwi Hamu

Sabtu, 17 Februari 2018


div>