MINGGU , 22 JULI 2018

Subsidi Solar Dicabut, Harga BBM Turun Mulai 1 April

Reporter:

Editor:

rakyat-admin

Jumat , 25 Maret 2016 17:04
Subsidi Solar Dicabut, Harga BBM Turun Mulai 1 April

int

RakyatSulsel.com – Penurunan harga premium dan solar, dua jenis BBM yang harganya diatur pemerintah, tidak akan sampai Rp 1.000 per liter. Harga baru yang berlaku mulai 1 April tersebut diumumkan awal pekan depan. Penentuan harga itu berdasar pada evaluasi berkala yang dilakukan tiap triwulan.

”Penurunannya tidak sampai Rp 1.000. Nanti Senin atau Selasa (diumumkan, Red). Yang jelas ada penurunan,” kata Menteri ESDM Sudirman Said setelah rapat koordinasi tentang BBM di kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, kemarin (24/3).

Harga premium sejak Januari lalu adalah Rp 7.050 per liter untuk Jawa, Madura, dan Bali. Di luar area tersebut, harganya Rp 6.950 per liter. Harga solar berlaku nasional Rp 5.650 per liter.

Sudirman mengungkapkan, harga BBM yang baru tersebut berlaku hingga 30 Juni 2016. Keputusan pemerintah untuk menurunkan harga BBM itu sesuai dengan acuan harga Mean of Platts Singapore (MOPS) yang menjadi barometer perdagangan minyak di kawasan Asia. Di samping itu, pasokan BBM dinilai masih cukup aman untuk tiga bulan ke depan. ”Supply chain (rantai pasokan) makin baik dan stabil. Harga mi­nyak dunia juga turun. Jadi, logikanya ya harga BBM turun,” jelasnya.

Namun, Sudirman mengakui, besaran penurunan harga BBM tersebut masih tipis. Sebab, pihaknya masih mewaspadai adanya kekhawatiran jika tiba-tiba harga minyak naik. Khususnya menjelang Lebaran.

Sudirman menambahkan, pemerintah membentuk formula harga tertentu yang tetap didasarkan pada harga minyak dunia, kurs rupiah, dan efisiensi mata rantai pasokan. ”Maka, akan ketemu formula harga yang tidak persis paling bawah, tapi mendekati harga keekonomian sehingga masih ada simpanan. Intinya, kita ingin menjaga stabilitas,” lanjutnya.

[NEXT-RASUL]

Dalam rakor tersebut, Sudirman menjelaskan bahwa pemerintah juga membahas rencana untuk mengurangi subsidi BBM, khususnya solar, sebesar Rp 1.000 per liter. Rencana itu akan disampaikan kepada Komisi VII (membidangi energi) serta Badan Anggaran (Banggar) DPR dalam pembahasan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (RAPBNP) 2016.

Menurut Sudirman, penghapusan subsidi solar tersebut akan menghemat anggaran negara Rp 15 triliun-Rp 16 triliun. Dana itu bisa dialihkan untuk kegiatan produktif seperti program kesejahteraan masyarakat. ”Subsidi banyak digeser ke kesehatan, pendidikan, infrastruktur, bangun waduk, jalan, dan sebagainya. Ini akan mempercepat program kesejahteraan rakyat,” paparnya. (ken/c7/sof)


Tag
div>